SURABAYA, Radarjakarta.id – Suasana khidmat Hari Raya Idulfitri mendadak berubah tegang di kawasan Masjid Kemayoran, Surabaya. Usai pelaksanaan salat Id pada Sabtu (21/3), keributan antarjemaah pecah dan langsung menyita perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, sejumlah pria terlihat terlibat adu mulut hingga berujung aksi saling pukul di halaman masjid yang berada di Jalan Indrapura, Kecamatan Krembangan. Ironisnya, khotbah Id masih terdengar menggema dari pengeras suara saat insiden tersebut berlangsung, menambah kontras suasana sakral dengan ketegangan di luar.
Keributan itu diduga kuat dipicu kesalahpahaman terkait tuduhan pencurian ponsel. Informasi yang beredar menyebutkan seorang remaja menuduh jemaah lain mengambil HP miliknya. Tuduhan tersebut langsung memicu emosi, hingga kedua pihak terlibat saling serang.
Pengurus masjid, Dedi Kurniawan, membenarkan adanya insiden tersebut. Meski tidak menyaksikan langsung karena sedang bertugas di dalam masjid, ia memastikan situasi dapat segera dikendalikan. Menurutnya, pihak yang terlibat masih berusia remaja dan terbawa emosi sesaat.
“Informasinya hanya salah paham soal HP. Sama-sama tidak terima, akhirnya terjadi cekcok sampai pukul-pukulan,” jelas Dedi.
Beruntung, jemaah lain yang berada di lokasi sigap melerai. Tak lama kemudian, aparat kepolisian juga tiba untuk memastikan situasi kembali aman. Tidak ada korban luka dalam peristiwa ini, dan kondisi segera kondusif.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa momen hari raya yang seharusnya penuh kedamaian bisa berubah tegang hanya karena kesalahpahaman dan emosi yang tak terkendali.|Harno*










