JAKARTA, RadarJakarta.id — Anggota DPD RI Fahira Idris yang juga Ketua Umum Bang Japar menggelar peringatan Milad ke-9 organisasi tersebut di Rumah Aspirasi sekaligus Markas Komando Pusat Bang Japar, Jalan H. Sa’abun, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).
Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB itu dihadiri Fahira Idris, Danwil Jakarta barat Muhammad Fauzi (Bang Ozy), jajaran pengurus pusat, komando wilayah (Komwil) Jakarta Barat, serta pengurus komando kecamatan (Komcam) Bang Japar dari sejumlah wilayah di Jakarta Barat.
Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan tahmid sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan sembilan tahun Bang Japar dalam berkontribusi bagi masyarakat. Ratusan kader tampak hadir memadati lokasi acara dalam suasana kebersamaan.
Dalam sambutannya, Fahira Idris menekankan pentingnya menjaga persatuan di dalam organisasi serta menghindari konflik antarwilayah.
Menurut dia, perbedaan atau gesekan antaranggota seharusnya tidak dibesar-besarkan karena seluruh kader Bang Japar merupakan bagian dari satu keluarga besar.
“Kalau ada gesekan antar teman atau antar wilayah, jangan dibesar-besarkan. Kita ini saudara dalam satu organisasi. Konflik harus dikecilkan, bukan diperbesar,” kata Fahira.
Ia juga mengapresiasi peran Bang Ozy yang dinilai mampu menjaga kondusivitas organisasi ketika terjadi dinamika internal.
“Saya bangga dengan Bang Ozy yang berhasil meredam dinamika internal. Bang Japar harus menjadi rumah pengabdian bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Fahira juga menyampaikan rencana penguatan struktur organisasi Bang Japar pada 2026. Salah satunya dengan membentuk struktur baru bernama Koordinator RW (Korwe).
Korwe nantinya akan diisi oleh tokoh masyarakat di tingkat lingkungan, seperti ketua RT, ketua RW, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat yang memiliki reputasi baik di wilayahnya.
“Korwe akan diisi tokoh masyarakat di setiap RW yang dikenal baik dan tidak memiliki masalah di lingkungannya,” ujar Fahira.
Selain itu, Bang Japar juga akan menerbitkan Kartu Tanda Anggota (KTA) baru berwarna hitam sebagai identitas resmi anggota.
Fahira menegaskan, Bang Japar tidak mengejar jumlah anggota semata, melainkan lebih mengutamakan kualitas kader yang memiliki peran nyata di masyarakat.
Ia berharap anggota Bang Japar berasal dari berbagai unsur masyarakat, seperti RT, RW, LMK, FKDM, tokoh agama, guru, hingga relawan pemadam kebakaran.
“Saya tidak ingin sekadar banyak anggota. Yang saya inginkan adalah anggota yang berkualitas dan memiliki kontribusi di masyarakat,” katanya.
Fahira juga membuka kesempatan bagi anak-anak anggota Bang Japar yang telah berusia 17 tahun untuk bergabung menjadi kader organisasi.
Dalam momentum Milad tersebut, Fahira turut menyampaikan sejumlah program sosial Bang Japar, di antaranya Program Jumat Berkah Anak Bahagia serta program pemberdayaan UMKM bagi anggota dan masyarakat.
Selain itu, Bang Japar tengah mempersiapkan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 16–17 Mei 2026. Kegiatan ini diprioritaskan bagi jajaran komando pertahanan (Danhan).
Fahira juga mengungkapkan rencana pembentukan Satgas Diklat Bang Japar pada awal 2027 yang akan melibatkan unsur Komwil sebagai bagian dari penguatan kapasitas kader.
Menurut dia, Bang Japar akan terus berperan sebagai mitra strategis aparat keamanan dalam menjaga ketertiban masyarakat.
“Kita adalah mitra TNI dan Polri. Jika ada kegiatan cipta kondisi atau pengamanan wilayah, Bang Japar harus ikut membantu menjaga keamanan di wilayah masing-masing,” ujar Fahira.
Peringatan Milad ke-9 Bang Japar ditutup dengan pembagian paket Lebaran kepada para kader sebagai bagian dari kegiatan sosial di bulan Ramadhan sekaligus menyambut Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama, doa bersama, serta sesi foto bersama.
Momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan sembilan tahun Bang Japar sebagai organisasi kemasyarakatan yang terus berupaya berkontribusi bagi masyarakat sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman Jakarta.











