Fariz RM Buang Ponsel, Pilih Damai Usai Keluar Penjara

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Musisi legendaris Indonesia, Fariz RM, resmi menghirup udara bebas pada 15 Februari 2026 setelah menyelesaikan hukuman 10 bulan penjara terkait kasus penyalahgunaan narkotika. Namun publik dikejutkan bukan hanya oleh kabar kebebasannya, melainkan keputusan ekstrem yang ia ambil: berhenti total menggunakan ponsel dan media sosial.

Langkah ini disebut Fariz sebagai titik balik hidupnya cara paling radikal untuk memutus mata rantai masa lalu yang berulang kali menyeretnya ke jurang yang sama.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Ribet! Aduh, saya mesti ngalamin hal yang nggak-nggak karena handphone. Nggak deh, ampun,” ujar Fariz di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2).

Setahun Tanpa Ponsel, Hidup Terasa “Tenteram Sekali”

Selama menjalani masa tahanan di Rutan Salemba, Fariz mengaku tak menyentuh ponsel sama sekali. Awalnya terasa asing. Namun justru dari situ ia menemukan sesuatu yang selama ini hilang: ketenangan.

“Setahun kemarin saya nggak pegang handphone. Ternyata enak. Tenteram sekali, amat sangat tenteram,” katanya.

Bagi pelantun “Sakura” itu, ponsel bukan sekadar alat komunikasi, melainkan sumber distraksi yang memicu tekanan, relasi yang salah arah, hingga keputusan keliru di masa lalu. Kini ia memilih hidup lebih sunyi—tanpa notifikasi, tanpa hiruk pikuk digital.

Hijrah Total, Tapi Musik Jalan Terus

Meski menjauh dari dunia maya, Fariz menegaskan satu hal: musik tak akan pernah ia tinggalkan.

“Musisi nggak kenal pensiun. Main band asyik saja, pentas asyik-asik saja, nggak mikirin honor. Seru-seruan saja,” ucapnya.

Namun kali ini dengan pendekatan berbeda. Ia mundur dari urusan manajemen dan menyerahkan sepenuhnya pada keluarga melalui PT Diva Kreasi Gemilang. Fariz ingin fokus pada esensi berkarya, bukan target komersial.

Sinyal Album Baru & Kolaborasi Mengejutkan

Di balik keheningan digitalnya, Fariz justru menyiapkan gebrakan. Materi-materi lagu yang sempat tertunda disebut siap dirampungkan. Bahkan ada peluang kolaborasi tak terduga dengan kuasa hukumnya, Deolipa Yumara.

Sumber manajemen menyebut jadwal manggung Fariz mulai padat. Ia dijadwalkan tampil di panggung bergengsi seperti Java Jazz Festival dan Prambanan Jazz—penanda kuat bahwa comeback ini bukan sekadar wacana.

Dari Jeruji ke Literasi

Tak hanya panggung musik, Fariz juga bersiap kembali ke dunia literasi. Setelah dua bukunya terbit melalui Kompas dan Republika, ia kini menyiapkan buku ketiga sebagai refleksi perjalanan hidupnya.

Ia menyebut fase ini sebagai “honeymoon” bersama keluarga waktu untuk menata ulang makna hidup, jauh dari sorotan yang dulu begitu melekat.

Babak Baru Seorang Legenda

Perjalanan Fariz RM bukan tanpa luka. Ia pernah ditangkap pada Februari 2025 di Bandung terkait kasus narkoba sebelum divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Empat kali tersandung kasus serupa menjadi pukulan keras yang akhirnya membawanya pada keputusan drastis: memutus akses digital demi menyelamatkan diri.

Kini, tanpa ponsel, tanpa media sosial, Fariz memilih sunyi sebagai terapi. Sebuah langkah yang mungkin terdengar mustahil di era serba daring namun baginya, itulah harga dari kedamaian.

Comeback ini bukan hanya soal kembali ke panggung. Ini tentang seorang musisi yang mencoba berdamai dengan masa lalu dan membuktikan bahwa perubahan selalu mungkin, bahkan setelah jatuh berkali-kali.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.