Unjuk Rasa di Mabes Polri, Etika Massa Jadi Sorotan

Koordinator Persatuan Pemuda Mahasiswa Peduli Polri Presisi, Ilham Pangumbara. (Foto: Ist)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Koordinator Persatuan Pemuda Mahasiswa Peduli Polri Presisi, Ilham Pangumbara menyampaikan keprihatinan dan penyesalannya atas tindakan sejumlah oknum massa aksi yang menunjuk-nunjuk serta membentak anggota kepolisian saat pengamanan unjuk rasa di depan Mabes Polri.

Ilham menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak konstitusional yang dijamin undang-undang. Namun, menurutnya, kebebasan tersebut harus tetap disertai tanggung jawab moral dan etika.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kami sangat menyayangkan adanya tindakan menunjuk-nunjuk aparat dengan nada tinggi hingga melakukan aksi yang tidak pantas. Kritik itu hak, tetapi menyampaikan dengan cara merendahkan atau mempermalukan aparat yang sedang bertugas bukanlah cerminan gerakan intelektual,” tegas Ilham.

Persatuan Pemuda Mahasiswa Peduli Polri Presisi juga menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa pembunuhan yang menjadi latar belakang aksi tersebut. Ilham menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran hukum harus diproses secara transparan dan tegas.

“Kami turut berduka cita atas peristiwa pembunuhan yang terjadi. Jika ada oknum yang bersalah, proses hukum harus ditegakkan secara adil dan terbuka. Tidak boleh ada impunitas,” ujarnya.

Meski demikian, Ilham mengingatkan agar kemarahan dan kekecewaan tidak diluapkan dengan tindakan yang melampaui batas, termasuk aksi mencoret sorban yang dikenakan aparat kepolisian saat berjaga.

“Apalagi ini terjadi di bulan suci Ramadan. Momentum ini seharusnya menjadi waktu untuk menahan diri dan menjaga akhlak. Mencoret sorban aparat bukan hanya tindakan tidak etis, tetapi juga bisa melukai nilai-nilai kesakralan dan toleransi,” lanjutnya.

Ia juga mengapresiasi sikap aparat kepolisian yang tetap tenang dan humanis dalam menghadapi provokasi saat bertugas mengamankan aksi di depan Mabes Polri.

“Kami melihat aparat tetap bersikap profesional dan tidak terpancing emosi. Ini menunjukkan komitmen Polri Presisi dalam mengedepankan pendekatan humanis,” tambah Ilham.

Persatuan Pemuda Mahasiswa Peduli Polri Presisi mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk tetap kritis namun konstruktif, serta menjaga ruang demokrasi tetap bermartabat.

“Mari kita jaga demokrasi dengan akal sehat dan etika. Perjuangan menyuarakan keadilan akan lebih kuat jika dilakukan dengan cara yang terhormat,” tutup Ilham Pangumbara.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.