DEPOK, Radarjakarta.id – Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 tak melulu harus dirayakan dengan seremoni formal dan panggung megah.
Di Rumah Singgah Qalista, Kota Depok, perayaan justru berlangsung sederhana, hangat, dan penuh makna menghadirkan tawa, kebersamaan, serta penghormatan tulus bagi peran ibu melalui kegiatan edukatif yang membumi.
Melalui kolaborasi Srikandi TP Sriwijaya dan Sekolah Lansia Ratu Sinuhun, peringatan Hari Ibu dirancang dengan pendekatan humanis yang menempatkan para lansia
khususnya kaum ibu sebagai subjek utama yang aktif, berdaya, dan bermartabat.
Sekolah Lansia Ratu Sinuhun sendiri mengusung sembilan elemen utama pembelajaran holistik yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia secara berkelanjutan.
Kesembilan elemen tersebut mencakup aspek sosial, religius dan spiritual, kesehatan fisik, kesehatan mental dan emosional, kesenian dan budaya, keterampilan hidup (life skill), literasi dan edukasi, teknologi informasi (IT digital), serta kemandirian dan pemberdayaan ekonomi.
Seluruh elemen tersebut terintegrasi sebagai fondasi untuk menciptakan lansia yang sehat, aktif, mandiri, serta tetap memiliki peran bermakna di tengah keluarga dan masyarakat.
Salah satu elemen yang diwujudkan secara nyata dalam peringatan Hari Ibu ke-97 ini adalah keterampilan hidup (life skill) melalui lomba permainan tebak bumbu dapur yang digelar secara outdoor pada Jumat lalu (19/12/2025).
Permainan ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol penghormatan terhadap peran ibu yang kerap luput dari sorotan, namun memiliki kontribusi besar dalam menjaga tradisi, nilai keluarga, serta kesehatan rumah tangga melalui dapur.
Salah satu Pengurus Srikandi TP Sriwijaya sekaligus pelaksana kegiatan, Dra. Zakia Efita, menegaskan bahwa bumbu dapur bukan hanya pelengkap masakan, melainkan warisan pengetahuan dan kearifan perempuan Indonesia yang diwariskan lintas generasi.
“Di balik setiap masakan ibu, ada pengalaman, ketelatenan, dan kasih sayang. Permainan tebak bumbu ini menjadi simbol bahwa ibu adalah sekolah pertama, termasuk dalam menjaga tradisi rasa dan nilai keluarga,” ujar Zakia Efita saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (28/12/2025).
Ia menambahkan, sejak dahulu perempuan Indonesia memegang peran strategis dalam menjaga warisan kuliner Nusantara sekaligus kesehatan keluarga melalui pemanfaatan bumbu-bumbu alami yang kaya manfaat.
Dalam lomba tersebut, para peserta diminta menutup mata dan menebak jenis bumbu dapur hanya melalui aroma dan sentuhan.
Sebanyak 10 jenis bumbu diperkenalkan, di antaranya lengkuas, ketumbar, biji pala, cengkeh, kembang lawang, lada putih, kencur, jahe, kayumanis, dan kemiri.
Antusiasme peserta terlihat begitu tinggi. Gelak tawa, semangat kebersamaan, serta interaksi hangat mewarnai jalannya lomba, membuktikan bahwa peringatan Hari Ibu dapat dirayakan secara sederhana namun tetap menyentuh hati.
“Melalui permainan ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan, menumbuhkan rasa percaya diri, sekaligus memberikan pengakuan bahwa apa yang dilakukan ibu di rumah adalah pekerjaan mulia dan layak diapresiasi,” jelas Zakia Efita.
Peserta lomba terdiri dari para pengurus dan peserta didik Sekolah Lansia Ratu Sinuhun yang tergabung dalam Srikandi TP Sriwijaya.
Adapun para pemenang lomba tebak bumbu dapur ini antara lain adalah Ibu Ines, Ibu Eva, Ibu Dewa, dan Ibu Ros.
Sepanjang kegiatan, Zakia Efita juga aktif berinteraksi dengan peserta melalui berbagai pertanyaan ringan yang menciptakan suasana akrab, komunikatif, dan edukatif.
Lebih jauh, Zakia Efita berharap momentum Hari Ibu ke-97 ini menjadi pengingat bersama bahwa perempuankhususnya ibu
memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa, dimulai dari keluarga hingga kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Kami ingin perempuan tetap berdaya, bahagia, dan dihargai. Ibu bukan hanya pendamping, tetapi juga penggerak perubahan,” pungkasnya.
Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 yang digelar Srikandi TP Sriwijaya ini menjadi bukti bahwa penghormatan terhadap ibu dapat diwujudkan melalui kegiatan kreatif, edukatif, dan penuh kehangatan sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai pilar utama kehidupan.











