TANGERANG, Radarjakarta.id – Bandara Soekarno-Hatta menjadi titik panas arus mudik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri turun langsung ke lapangan untuk memastikan keamanan dan pelayanan berjalan maksimal di tengah lonjakan penumpang yang nyaris menembus 600 ribu orang hanya dalam lima hari.
Dengan nada tegas, Asep memastikan negara hadir penuh di bandara tersibuk Indonesia itu. Sebanyak 224 personel gabungan disiagakan tanpa kompromi, terdiri dari 144 personel Polri, 30 TNI, dan 50 Aviation Security. Mereka disebar di Terminal 1, 2, dan 3, satu Pos Terpadu, serta dua layanan ramah anak yang disiapkan khusus menghadapi situasi darurat keluarga.
Data pergerakan penumpang menjadi alarm serius. Pada periode 19–23 Desember 2025, tercatat 411.918 penumpang domestik dan 174.341 penumpang internasional memadati Soetta. Tingkat ketepatan jadwal penerbangan berada di kisaran 80 persen, angka yang rawan memicu penumpukan penumpang dan ketegangan di area check-in.
Kapolda tak menutup mata terhadap potensi masalah. Keterlambatan penerbangan, antrean panjang, hingga kepadatan bagasi menjadi fokus utama pengamanan. Koordinasi intensif dilakukan dengan pengelola bandara dan maskapai untuk mengatur alur penumpang, sistem antrean, serta layanan bagasi dan kargo agar tidak memicu kekacauan massal.
Dalam pendekatan humanis Operasi Lilin Jaya 2025, Polresta Bandara Soekarno-Hatta menyiapkan layanan antar-terminal gratis. Fasilitas ini diprioritaskan bagi ibu dan anak, lansia, serta penumpang dengan jadwal penerbangan mendesak agar tidak terjebak kepadatan antar terminal.
Tak hanya bandara, pengamanan Nataru digelar masif di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya. Total 5.044 personel gabungan diterjunkan, terdiri dari 4.217 Polri, 394 Kodam Jaya, 433 unsur Pemprov DKI, serta elemen masyarakat. Objek vital seperti Stasiun Gambir, Pasar Senen, Terminal Pulo Gebang, hingga gereja-gereja turut menjadi fokus pengamanan ketat.
Asep menegaskan Operasi Lilin bukan sekadar soal penjagaan bersenjata, tetapi pelayanan publik yang cepat dan responsif. Masyarakat diimbau datang lebih awal ke bandara, memastikan dokumen perjalanan lengkap, serta aktif memantau informasi resmi maskapai. Jika terjadi kendala, seluruh Pos Pengamanan, Pos Terpadu, hingga layanan darurat Polri 110 dipastikan siaga 24 jam demi satu tujuan: libur akhir tahun yang aman, tertib, dan nyaman.|Cut Putri*











