JAKARTA, Radarjakarta.id – Sebuah kebakaran besar melanda permukiman padat di Jalan Kampung Duri Dalam (Gang Gerindo 5, RT 10/RW 05), Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, pada Selasa sore (11/11). Api yang mulai dilaporkan pukul 15.07 WIB langsung menyambar puluhan rumah kontrakan dan rumah tinggal di kawasan yang berhimpitan.
Tim dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Jakarta Barat) (Sudis Gulkarmat Jakbar) segera dikerahkan – sebanyak 25 unit mobil pemadam dan 125 petugas diterjunkan untuk menanggulangi jebolnya api saat itu. Pemadaman berlangsung dari sekitar pukul 15.16 hingga 16.52 WIB, ketika api berhasil dikendalikan.
Menurut Camat Tambora, Pangestu Aji Swandhanu, kebakaran menghanguskan sekitar 33 rumah dengan 23 rumah rusak berat dan 10 rumah dilaporkan rusak ringan. Sekitar 35 kepala keluarga atau ~140 jiwa menjadi korban kehilangan tempat tinggal dan sementara waktu menempati posko pengungsian halaman kantor Kelurahan Duri Selatan.
Kronologi sementara yang dikumpulkan menunjukkan dugaan awal bahwa api bermula dari lantai dua salah satu rumah kontrakan akibat korsleting listrik. Api kemudian cepat merambat ke bangunan di sekitarnya yang sangat berdekatan. Sementara itu, pihak kepolisian mengonfirmasi hingga pukul 17.10 WIB bahwa dari estimasi 20 rumah terbakar dan 30 KK terdampak, belum ditemukan korban jiwa maupun luka hingga saat ini.
Dalam upaya penanganan pasca-kebakaran, Pemkot Jakarta Barat bersama Sudis Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (DKI Jakarta), dan Palang Merah Indonesia (DKI Jakarta) telah memfokuskan pada bantuan kebutuhan dasar seperti makanan, selimut, dan layanan kesehatan darurat bagi para pengungsi.
Warga sekitar dan pengguna media sosial, termasuk unggahan di Instagram @info.jakartabarat, Facebook maupun X (Twitter) ikut mengabadikan kepulan asap tebal dan kepanikan warga saat petugas bergerak cepat ke lokasi.
Pihak terkait masih melakukan investigasi lengkap untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta menilai potensi pelanggaran bangunan maupun sistem instalasi listrik. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap instalasi listrik di rumah kontrakan dan melaporkan segera jika melihat percikan api atau korsleting.***











