Presiden Lantik Tim Komite Reformasi Polri, Sandri Rumanama: Perkuat Polri dari Sisi Kultural

Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), Sandri Rumanama.
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Pelantikan Tim Komite Percepatan Reformasi Polri yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto menimbulkan harapan sekaligus tantangan dalam pembenahan di tubuh Korps Bhayangkara.

Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), Sandri Rumanama, mengatakan harapan perbaikan Polri tentunya harus dibangun, karena Komite Reformasi Polri yang dibentuk Presiden Prabowo diisi oleh sosok berpengalaman, punya dedikasi, dan kredibilitasnya sudah teruji.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Haidar Alwi Institute dikenal publik sebagai lembaga independen yang terus mengawasi kinerja kepolisian belakangan ini.

“Kalau melihat apakah tim komite reformasi polri ini bagus, maka kita lihat siapa saja dalam tim itu. Sejauh yang saya lihat sih, saya optimis akan terjadi perbaikan di tubuh Polri kedepannya,” kata Sandri Rumanama.

Sebelum bicara nama-nama, Sandri Rumanama mengajak semua pihak untuk mencermati sisi-sisi mana saja yang paling penting dalam membenahi institusi kepolisian.

“Kalau kita lihat secara objektif, pembenahan perlu dilakukan dari sisi kultural kepolisian. Secara jujur harus diakui banyak yang perlu dibenahi, tapi kita tak bisa menaikkan juga banyak prestasi Polri yang sudah bagus dan harus dipertahankan,” jelasnya.

Lantas, bagaimana arah dari Tim Reformasi Polri ini? Sandri menegaskan bahwa kebutuhan terhadap Institusi Polri sangatlah besar, sehingga perlu ada penguatan-penguatan serta sistem operasional yang lebih tertata dan lebih canggih.

Hal ini, jelas Sandri, terkait dengan peranan Polri sebagai lembaga penegak hukum, pengayom masyarakat, serta penjaga ketentraman dan ketertiban publik.

“Makanya saya bilang bahwa pembenahan itu dari sisi kultural kepolisian. Bagaimana caranya agar Polisi dari atas sampai di bawah memiliki sistem dan budaya kerja yang lebih elegan dan bagus. Soal bagaimana wujudnya, tentu nanti Tim Komite Reformasi akan menyelaminya,” tegas Sandri Rumanama.

10 Figur dalam Tim Komite Reformasi Polri

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Komisi Percepatan Reformasi Polri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 122 P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Keanggotaan Komisi Percepatan Reformasi Polri.

Komisi Reformasi Polri itu diisi oleh sembilan orang, diketuai mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie.

Berikut di bawah ini daftar lengkapnya:

1. Mantan Ketua MK – Jimly Asshiddiqie (Ketua)

2. Penasehat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Polri – Ahmad Dofiri

3. Mantan Menko Polhukam – Mahfud MD

4. Menko Kumham Imipas – Yusril Ihza Mahendra

5. Menteri Hukum – Supratman Andi Agtas

6. Wamenko Kumham Imipas – Otto Hasibuan

7. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

8. Mantan Kapolri sekaligus Mendagri – Tito Karnavian

9. Mantan Kapolri – Idham Aziz

10. Mantan Kapolri – Badrodin Haiti

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.