JAKARTA, Radarjakarta.id — Momen langka dan menghebohkan terjadi pagi ini. Presiden Prabowo Subianto memilih naik KRL Commuter Line layaknya masyarakat biasa dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Tanah Abang Baru, sebelum meresmikan langsung stasiun modern hasil revitalisasi besar-besaran itu.
Langkah sederhana sang Presiden sontak mencuri perhatian publik dan viral di media sosial.
Berpakaian safari krem khasnya, Prabowo tiba di Stasiun Manggarai sekitar pukul 11.10 WIB. Ia meninjau area peron dan fasilitas bandara sebelum naik ke gerbong KRL CRRC CLI-125 bersama Dirut PT KAI Bobby Rasyidin, Menhub Dudy Purwaghandi, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta sejumlah pejabat negara.
Namun yang paling mencuri hati rakyat, Prabowo tak menutup ruang interaksi ia berbaur dengan penumpang umum, tersenyum, bahkan membalas sapaan hangat warga yang antusias.
“Bersih, nyaman, dan ber-AC. Kereta kita ini tidak kalah dari luar negeri,” ujar Prabowo dengan nada bangga sesampainya di Tanah Abang. Ia menegaskan, Indonesia patut berbangga atas kemajuan transportasi publik yang kini sejajar dengan negara maju.
Presiden juga berpesan agar bangsa Indonesia lebih menghargai hasil karya anak negeri.
“Kalau anak bangsa berbuat hebat dan dikagumi dunia, kita harus menghormati dan menghargainya. Rendah hati boleh, tapi jangan rendah diri. Ini luar biasa!” tegasnya disambut tepuk tangan meriah hadirin.
Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung rencana besar pemerintah memperluas jaringan kereta api nasional ke Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi. Ia menginstruksikan langsung kepada AHY untuk mempercepat proyek tersebut.
“Dengan kereta api, biaya logistik dan ekonomi akan turun, rakyat akan lebih sejahtera, dan kita jadi bangsa yang kompetitif,” katanya.
Presiden yang dikenal sederhana ini juga mengaku punya kenangan panjang dengan kereta.
“Waktu muda saya sering naik kereta. Saya suka sekali. Transportasi massal seperti ini adalah jantung kehidupan masyarakat modern,” ungkapnya penuh nostalgia.
Momen bersejarah ini tak hanya menandai kebangkitan transportasi publik nasional, tetapi juga memperlihatkan wajah kepemimpinan Prabowo yang merakyat, progresif, dan bangga pada karya bangsa sendiri.***











