LAHAD DATU, Radarjakarta.id — Sebuah peristiwa memilukan mengguncang wilayah timur laut Pulau Kalimantan. Seorang bocah perempuan dilaporkan meninggal dunia setelah tersedak buah rambutan yang ia makan di rumahnya. Insiden ini tidak hanya menimbulkan duka mendalam, tetapi juga menjadi peringatan keras bagi para orang tua di seluruh dunia akan bahaya tersedak yang kerap dianggap sepele.
Tragedi tersebut bermula ketika korban tengah menikmati buah rambutan bersama keluarganya. Tanpa disadari, potongan buah yang ditelannya tersangkut di tenggorokan hingga membuatnya kesulitan bernapas. Dalam kondisi panik, keluarga segera melarikan sang anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil. Petugas medis telah berusaha memberikan bantuan napas buatan dan tindakan darurat lainnya, tetapi nyawa bocah malang itu tidak tertolong. Kejadian tragis ini sontak mengundang perhatian publik setelah rekaman video detik-detik mencekamnya beredar luas di media sosial, khususnya Instagram.
Dalam video yang viral tersebut, terlihat suasana kepanikan keluarga yang berusaha menyelamatkan anak mereka. Tangisan dan teriakan minta tolong menggema di ruangan, memperlihatkan betapa cepat dan tak terduganya kondisi darurat akibat tersedak. Ribuan warganet membanjiri kolom komentar dengan ucapan duka dan doa, sembari mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat anak makan.
Ahli kesehatan menegaskan bahwa tersedak merupakan keadaan darurat medis yang dapat berakibat fatal hanya dalam hitungan menit. Ketika saluran napas tersumbat, suplai oksigen ke otak akan terhenti, menyebabkan kerusakan permanen hingga kematian. Anak-anak di bawah usia lima tahun merupakan kelompok paling rentan karena saluran napas mereka masih sempit dan kemampuan menelan belum sempurna.
Untuk mencegah kejadian serupa, para orang tua disarankan selalu mengawasi anak saat makan serta menghindari memberi potongan makanan berukuran besar atau bertekstur licin, seperti rambutan, anggur, atau sosis. Jika anak tersedak, segera lakukan pertolongan pertama dengan menepuk punggung lima kali di antara tulang belikat, atau menggunakan manuver Heimlich jika korban sudah cukup besar.
Peristiwa di Lahad Datu ini menjadi pengingat keras bahwa tragedi bisa datang dari hal sederhana. Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala tersedak, sekecil apa pun. Kesadaran dan pengetahuan tentang langkah pertolongan pertama bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati. “Kewaspadaan seharusnya tidak menunggu kehilangan,” ujar salah satu warganet dalam kolom komentar yang kini viral bersama video tragedi tersebut.***










