Muktamar X PPP: Mardiono Diklaim Menang Aklamasi

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025), mendadak berubah menjadi panggung politik penuh intrik, teriakan, hingga lempar kursi. Muhammad Mardiono disebut kembali terpilih sebagai Ketua Umum PPP periode 2025–2030 secara aklamasi. Namun, klaim itu langsung dibantah keras oleh Romahurmuziy alias Rommy.

Ketok Palu “Aklamasi” Mardiono

Pimpinan sidang Muktamar X, Amir Uskara, sempat mengumumkan kemenangan Mardiono secara aklamasi.
“Selamat Pak Mardiono atas terpilihnya secara aklamasi dalam Muktamar ke-10 yang baru saja kami ketok palunya,” kata Amir lantang di hadapan peserta muktamar.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Mardiono pun menyambut pengumuman itu dengan penuh percaya diri. Ia menyebut aklamasi dipilih karena muktamar sudah diprediksi bakal ricuh. Mengacu Pasal 11 AD/ART, katanya, pemilihan dipercepat untuk menyelamatkan partai dari “situasi darurat”.

“Ini jalan penyelamatan partai. Ada pihak yang menyusup, membuat kegaduhan. Maka aklamasi jadi solusi,” ujar Mardiono.

Ricuh Muktamar: Kursi Terbang & Teriakan “Yang Gagal Mundur”

Drama pecah sejak sesi pembukaan. Suasana panas memuncak saat Mardiono memberi pernyataan. Sejumlah kader berteriak keras “Perubahan!” dan “Yang Gagal Mundur!”. Sontak pendukung Mardiono membalas dengan teriakan “Lanjutkan!”. Adu mulut meletus, bahkan beberapa kursi terlempar ke udara sebelum akhirnya ada aksi saling pukul.

“Keributan itu justru mempercepat keputusan. 28 DPW sepakat agar pemilihan jangan ditunda, langsung aklamasi,” klaim Mardiono.

Rommy Bantah: “Hoaks, Sidang Masih Berjalan!”

Namun, hanya berselang beberapa jam, Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Romahurmuziy, mengeluarkan pernyataan yang meledak seperti bom politik.
“Tidak betul Mardiono terpilih, apalagi aklamasi. Sidang Muktamar X masih berjalan hingga pukul 22.30 WIB. Klaim itu sepihak, provokatif, dan upaya memecah belah PPP,” tegas Rommy.

Ia menjelaskan hingga malam, muktamar baru sampai pada Sidang Paripurna IV. “Bagaimana mungkin baru sidang paripurna, tiba-tiba sudah ada ketua umum terpilih? Itu akal-akalan,” sindirnya.

Rommy bahkan menyebut suasana muktamar justru menunjukkan penolakan besar terhadap Mardiono. “Pidatonya diteriaki, ada hawa penolakan kuat. Mana mungkin berakhir aklamasi?”

Pertarungan PPP Makin Panas

Dengan dua klaim saling bertentangan, PPP kini terbelah: kubu yang mengakui aklamasi Mardiono, dan kubu yang menudingnya rekayasa. Situasi ini membuat Muktamar X PPP menjadi salah satu momen politik paling panas, bukan hanya di internal partai, tetapi juga menarik perhatian publik luas.

Apakah Mardiono benar-benar sah kembali jadi Ketum PPP 2025–2030? Atau ini hanya skenario politik untuk mempertahankan kekuasaan? Jawabannya masih jadi tanda tanya besar, sementara riak pertarungan di tubuh PPP terus membara.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.