VIRAL! Pedagang VS Preman Parkir di Bundaran Keris

banner 468x60

Isu Iuran Rp 400 Ribu Jadi Sorotan

PEKANBARU, Radarjakarta.id – Keributan antara pedagang kuliner dengan oknum juru parkir (jukir) di kawasan Bundaran Tugu Keris, Jalan Diponegoro Ujung, Kota Pekanbaru, Jumat malam (26/9), viral di media sosial. Video peristiwa itu menimbulkan tanda tanya besar soal tata kelola kawasan kuliner Bundaran Keris.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ketua Koperasi Konsumen Pedagang Bundaran Keris Pekanbaru (KKPBKP), Feri, menyebut bentrokan bermula ketika pedagang membuka lapak di titik resmi yang sudah ditandai. Namun, justru dilarang oleh jukir yang disebut sebagai “preman parkir setempat.”

“Pedagang kami sudah sesuai aturan, tapi malah dihalangi,” kata Feri, Sabtu (27/9).

Isu pungutan Rp 400 ribu per bulan pun menyeruak. Sebagian pihak menuding pungutan itu bentuk pemaksaan. Feri membantah tudingan pungli dan menegaskan uang tersebut merupakan kesepakatan pedagang dengan koperasi untuk biaya kebersihan, keamanan, fasilitas, hingga retribusi PAD.

Sementara, Doni, salah seorang pedagang lama, membenarkan adanya iuran. Namun ia menilai dana itu wajar karena memang kembali ke pedagang dalam bentuk fasilitas.

“Saya tidak keberatan, karena uang itu dipakai untuk kebersihan, keamanan, dan parkir yang terorganisir,” ujar Doni.

Meski mayoritas pedagang mengaku puas dengan pengelolaan koperasi, sebagian kecil tetap melontarkan keluhan. Persoalan ini kini menjadi sorotan masyarakat luas.

Pemerintah Kota Pekanbaru didesak segera turun tangan, agar kawasan kuliner Bundaran Keris tak lagi jadi ajang konflik antara pedagang dan oknum jukir.| Santi Sinaga*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.