JAKARTA, RadarJakarta.id – Dalam upaya melestarikan budaya lokal sekaligus mendorong gaya hidup sehat, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, menggelar Festival Olahraga Rakyat (FOR) 2025 yang dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Palmerah, Kamis pagi (17/7/2025).
Acara tahunan ini berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai perlombaan tradisional yang dikemas dalam nuansa budaya Betawi, termasuk lomba kreasi ondel-ondel sebagai ikon utama tahun ini. Festival tersebut diikuti oleh 18 tim dari enam kelurahan di Kecamatan Palmerah, masing-masing mengirimkan tiga tim yang beranggotakan tujuh orang peserta.
Semarak Budaya dan Semangat Warga
Camat Palmerah, Suci Handayani, mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga bentuk kampanye pentingnya menjaga kesehatan dan kekompakan masyarakat.
“Antusias dan semangat warga sangat luar biasa. Ini bukan sekadar perlombaan, tapi juga cara kita memperkenalkan pentingnya hidup sehat sekaligus merawat kebersamaan,” ujar Suci.
Menurut Suci, aspek yang dinilai dalam perlombaan meliputi kekompakan, keserasian, kerapihan, hingga kreativitas busana yang mencerminkan semangat budaya dan sportifitas.
Ia berharap kegiatan ini semakin berkembang di tahun-tahun mendatang, dengan partisipasi masyarakat yang lebih luas.
“Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi ruang untuk menunjukkan kreativitas warga, mempererat silaturahmi, dan melestarikan budaya lokal,” tambahnya.
Pelestarian Budaya Lewat Olahraga Rakyat
Senada dengan Camat Palmerah, Yosep Viktor, Kepala Satuan Pelaksana Olahraga Kecamatan Palmerah, menekankan pentingnya Festival Olahraga Rakyat sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya Betawi di tengah masyarakat urban.
“Festival ini mengambil tema lomba ondel-ondel untuk tahun ini, sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Betawi yang menjadi identitas Jakarta. Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun oleh Dinas Pemuda dan Olahraga,” jelas Yosep.
Ia juga menekankan bahwa melalui olahraga rakyat, masyarakat tak hanya diberi ruang untuk berolahraga, tapi juga untuk mempererat hubungan sosial lintas kelurahan.
“Semoga festival ini terus berjalan setiap tahun dan menjadi warisan budaya serta kebersamaan bagi warga Palmerah,” tutup Yosep.|Hendra*
Festival Olahraga Palmerah Angkat Budaya Betawi 2025










