Viral! Tukang Bakso Cabul Terekam Remas Pelanggan Demi Modus ‘Gratisan’

banner 468x60

RADAR JAKARTA|Jawa Barat — Media sosial kembali digemparkan dengan beredarnya video tak senonoh yang menunjukkan seorang tukang bakso meremas dada pelanggan perempuan muda dengan dalih memberikan bakso secara gratis. Aksi pelecehan ini terekam dalam video berdurasi kurang dari satu menit yang kini viral di platform X (dulu Twitter).

Dalam rekaman itu, pria penjual bakso tampak memanfaatkan momen saat menyerahkan mangkuk bakso untuk melakukan tindakan tidak pantas. Perempuan yang menjadi korban terlihat terkejut, namun video langsung dipotong setelah insiden tersebut, menambah kemarahan publik terhadap pelaku.

Video pertama kali diunggah oleh akun anonim dan langsung memicu kemarahan warganet. Tagar #TukangBaksoCabul pun melesat menjadi trending topic. Ribuan komentar mengutuk tindakan tersebut dan mendesak aparat kepolisian untuk bertindak cepat.

Modus “Gratisan” Jadi Kedok Pelecehan

Menurut keterangan dari warga sekitar, tukang bakso tersebut dikenal ramah dan kerap memberikan makanan gratis kepada perempuan muda di lingkungan padat penduduk di Jawa Barat. Namun, dugaan mulai muncul bahwa “kebaikan” itu hanya kamuflase untuk menjebak korban.

“Awalnya kami kira dia orang baik, sering traktir bakso buat anak-anak perempuan di sini. Tapi ternyata ada maksud busuk di baliknya,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Respon Polisi dan Aktivis: Jangan Bungkam Korban!

Kapolsek setempat mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait video yang viral tersebut. “Kami sedang menyelidiki identitas pelaku dan korban. Jika terbukti, pelaku akan kami proses sesuai hukum,” tegasnya dalam pernyataan resmi.

Kasus ini menambah panjang daftar pelecehan seksual yang terjadi di ruang publik dan terekam kamera. Banyak pihak menilai insiden seperti ini mencerminkan lemahnya kesadaran masyarakat terhadap batasan perilaku serta pentingnya edukasi seksual sejak dini.

LSM Perlindungan Perempuan juga turut angkat suara. Seorang aktivis menegaskan bahwa pelaku pelecehan sering kali berasal dari lingkungan terdekat.

“Jangan sampai relasi sosial membuat kita menoleransi kekerasan seksual. Korban harus diberi ruang aman untuk bersuara. Kita harus jadi pendengar, bukan penghakim,” ujarnya.

Ajakan untuk Bertindak

Warganet menyerukan agar korban dan saksi lainnya berani melapor agar tidak ada lagi yang menjadi korban dari modus serupa. Seruan juga ditujukan kepada masyarakat agar tidak membiarkan pelaku berkeliaran hanya karena dianggap “sudah dikenal” atau “sudah seperti keluarga”.

Insiden ini menjadi alarm keras bahwa ruang publik belum sepenuhnya aman, bahkan dari orang yang tampak akrab sekalipun. Sudah saatnya budaya diam dihentikan, dan keberanian untuk membela korban dikedepankan.

(*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.