RADAR JAKARTA|Surakarta – Siapa sangka suasana serius nan tertutup di Rutan Kelas I Surakarta bisa berubah menjadi arena simulasi penyelamatan layaknya film aksi? Pada Selasa (07/05), Rutan Surakarta menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta untuk menggelar pelatihan tanggap bencana yang memukau dan mencuri perhatian banyak pihak!
Dalam kegiatan yang penuh adrenalin ini, para pegawai rutan tak hanya menerima teori. Mereka juga langsung turun ke lapangan melakukan simulasi evakuasi gempa bumi, teknik pertolongan pertama, hingga aksi dramatis penyelamatan dengan tali temali. Penuh semangat dan keseriusan, peserta terlihat begitu antusias, seolah menjadi bagian dari tim penyelamat profesional.
Kepala Rutan Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan, menegaskan pentingnya pelatihan ini untuk memperkuat sistem tanggap darurat di dalam rutan. “Kami tidak ingin ada kepanikan saat bencana terjadi. Semua pegawai harus siap, cepat, dan tepat bertindak,” tegasnya dengan penuh semangat.
Langkah berani Rutan Surakarta ini pun mendapat acungan jempol dari BPBD Kota Surakarta. “Ini adalah gebrakan luar biasa. Membentuk budaya siaga bencana di lingkungan tertutup seperti rutan adalah langkah visioner yang patut dicontoh!” ujar perwakilan BPBD yang turut menyaksikan aksi para pegawai.
Tak butuh waktu lama, kabar ini langsung viral di media sosial. Netizen ramai-ramai memuji inisiatif tersebut:
“Salut! Bukan cuma tahanan, pegawainya juga dididik jadi pahlawan!”
“Beginilah seharusnya instansi negara bekerja siap dalam segala situasi!”
Dengan keberanian untuk berubah dan kesiapan menghadapi bencana, Rutan Surakarta kini bukan hanya tempat pembinaan, tapi juga simbol kesiapsiagaan nasional. Apakah ini awal dari gerakan nasional, Rutan Siaga Bencana ? Kita tunggu gebrakan selanjutnya! |Eva*










