Ilustrasi.
RADAR JAKARTA|Purworejo – Tragedi maut mengguncang Purworejo! Sebuah truk bermuatan pasir dengan kecepatan tinggi diduga mengalami rem blong dan menabrak angkot berisi rombongan ibu-ibu takziah dari Magelang. Peristiwa horor ini terjadi di Jalan Purworejo-Magelang, tepatnya di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, pada Rabu siang (7/5/2025), sekitar pukul 11.30 WIB.
Benturan dahsyat tak terhindarkan. Truk bernopol B 9970 BYZ yang meluncur dari arah Magelang menghantam angkot dengan nomor polisi AA 1307 OA dari belakang. Angkot langsung ringsek, terjepit dan terseret hingga menabrak rumah warga di pinggir jalan. Suara tabrakan disertai teriakan histeris para penumpang menggema di seluruh desa.
“Saya lihat sendiri, truknya melaju kencang, oleng, lalu langsung nabrak angkot sampai hancur! Ngeri banget, korban berserakan,” ujar salah satu warga yang menjadi saksi mata.
11 Nyawa Melayang, 7 Luka Berat
Data terkini menyebutkan, 11 orang tewas mengenaskan di lokasi dan rumah sakit. Korban tewas adalah penumpang dan sopir angkot yang diketahui merupakan rombongan warga Mendut, Magelang, yang hendak bertakziah ke wilayah Purworejo. Selain korban tewas, tujuh orang lainnya mengalami luka berat, sebagian besar mengalami trauma serius pada kepala dan tubuh.
Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano, membenarkan bahwa rombongan angkot yang tertabrak adalah jemaah takziah dari Magelang. Ia menegaskan, dugaan sementara kecelakaan disebabkan oleh rem truk yang blong. “Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, namun indikasi awal rem blong sangat kuat,” ujar Kapolres.
Duka Mendalam di Dua Rumah Sakit
Korban dievakuasi ke dua rumah sakit, yakni RSUD RAA Tjokronegoro dan RSUD Tjitrowardoyo. Enam korban yang masuk ke RSUD Tjokronegoro dinyatakan meninggal dunia di tempat, terdiri dari lima perempuan dan satu laki-laki. Sementara di RSUD Tjitrowardoyo, lima korban juga meninggal dunia, dengan satu lainnya kini tengah dirawat intensif akibat luka parah.
“Korban luka berat sedang menjalani pemeriksaan radiologi. Ada dugaan trauma berat di bagian dada dan perut,” ungkap Nunik Sulisyaningsih, Wakil Direktur RSUD Tjitrowardoyo.
Purworejo Berduka, Warga Trauma
Kecelakaan ini menyisakan trauma mendalam bagi warga setempat yang menyaksikan langsung kejadian mengenaskan tersebut. Koordinator Basarnas Borobudur menyatakan bahwa seluruh korban adalah penumpang angkot. “Total 10 orang tewas di tempat, satu lagi menyusul meninggal di rumah sakit. Ini tragedi yang sangat memukul,” ungkapnya.
Hingga kini, petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap penyebab pasti tragedi ini. Duka mendalam menyelimuti Purworejo dan Magelang, sementara masyarakat menuntut pengawasan ketat terhadap kelayakan kendaraan berat di jalur rawan.(*)










