Truk Pengangkut Amunisi TNI Meledak di Tol Gempol-Pasuruan, Satu Prajurit Gugur

banner 468x60

RADAR JAKARTA|Pasuruan – Sebuah truk militer milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mengangkut amunisi meledak dan terbakar hebat di ruas Tol Gempol-Pasuruan KM 774.200A, Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pada Senin malam (5/5/2025) sekitar pukul 22.40 WIB.

Ledakan dahsyat mengguncang kawasan tol dan memicu kepanikan warga sekitar. Kobaran api menjulang tinggi, menciptakan pemandangan dramatis yang langsung viral di media sosial. Video detik-detik kebakaran menyebar luas, memperlihatkan api yang melahap truk dan suara ledakan keras yang terdengar dari radius jauh.

Menurut informasi dari Panit PJR Jatim 2, Ipda Arif Iskandar, truk tersebut membawa sembilan personel TNI saat kejadian. Seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri sebelum ledakan utama terjadi. Namun, dua prajurit mengalami luka serius setelah melompat ke parit untuk menghindari ledakan.

“Sembilan penumpang berhasil keluar. Dua orang mengalami luka, satu di antaranya mengalami patah kaki. Satu lainnya meninggal dunia,” ujar Ipda Arif, Senin malam.

Kedua korban segera dilarikan ke RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo. Hingga berita ini diturunkan, satu prajurit masih dirawat intensif di IGD, sementara jenazah korban gugur telah dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik rumah sakit yang sama. Identitas keduanya belum dirilis secara resmi.

Kolonel Kav Donan Wahyu Sejati, Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, mengonfirmasi bahwa kendaraan tersebut merupakan bagian dari konvoi Satuan Kostrad yang tengah melintas dari Kabupaten Malang menuju Jember dalam misi pengiriman logistik militer.

“Truk yang terbakar adalah bagian dari rangkaian kendaraan dari satuan kami yang bertugas. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan internal,” ungkap Kolonel Donan.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Kombes Iwan Saktiadi, mengatakan arus lalu lintas sempat dialihkan untuk menghindari dampak ledakan dan menjaga keselamatan pengendara. “Anggota kami dari PJR, Polres Pasuruan, dan Sidoarjo telah mengendalikan lalu lintas dan mengamankan lokasi kejadian,” jelasnya.

Hingga kini, pihak TNI belum mengeluarkan pernyataan resmi dari Divisi Infanteri 2/Kostrad terkait penyebab pasti ledakan. Investigasi masih dilakukan oleh tim gabungan dari militer dan kepolisian.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya pengamanan maksimal dalam distribusi logistik sensitif seperti amunisi. Publik pun menanti transparansi dan hasil investigasi demi mencegah insiden serupa di masa mendatang. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.