RADAR JAKARTA|Surakarta – Dalam upaya menciptakan rutan yang lebih humanis, produktif, dan sarat nilai budaya, Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan, melakukan audiensi dengan Wali Kota Surakarta, Gibran Respati Ardi, pada Jumat (2/5) di Rumah Dinas Lojigandrung. Pertemuan strategis ini menandai sinergi baru antara lembaga pemasyarakatan dan pemerintah daerah dalam membentuk wajah baru Rutan Surakarta.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Bhanad memaparkan berbagai program unggulan pembinaan warga binaan, mulai dari pelatihan keterampilan, kegiatan spiritual, hingga pendidikan karakter yang berakar pada kearifan lokal. Ia menekankan visi besar menjadikan Rutan Surakarta sebagai “Rutan Berbudaya”, yaitu lembaga yang tak sekadar menahan, tapi juga membina dengan pendekatan kemanusiaan dan nilai-nilai budaya Jawa.
Wali Kota Respati menyambut positif inisiatif tersebut dan menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program pembinaan, terutama yang mendorong proses reintegrasi sosial bagi warga binaan pasca-pembebasan. “Rutan bukan hanya tempat menjalani hukuman, tapi juga awal dari perubahan. Kami siap bersinergi,” ujar Wali Kota.
Sebagai simbol kerjasama dan kreativitas, audiensi ditutup dengan penyerahan miniatur angkringan buatan warga binaan karya seni penuh makna dari balik jeruji.
Pertemuan ini bukan sekadar audiensi, melainkan awal dari gerakan besar membangun pemasyarakatan yang lebih manusiawi, berbasis budaya, dan berdampak langsung pada masyarakat.|Eva*










