Radarjakarta.id | PAMEKASAN – Viral di media sosial atau medsos video ulat bulu Amerika, ulat asp, yang diduga berbahaya hingga menewaskan korban 16 anak di Pamakasan dan sempat menggegerkan ternyata hoax.
Kepastian hoax tersebut ditegaskan oleh Wakapolres Pamekasan bahwa video ulat bulu Amerika yang viral di medsos dan grup WhatsApp warga Pamekasan lokasinya bukan di Indonesia.
“Kami pastikan video viral tentang ulat Amerika di Pamekasan hoaks. Kami pastikan ulat ini sebenarnya tidak ada di Indonesia,” kata Wakapolres Pamekasan Kompol Andy Purnomo, dalam keterangannya, Sabtu (24/2).
Ia meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya percaya pada video yang belum jelas sumbernya.
”Masyarakat tetap tenang dan jangan gampang percaya pada video yang beredar. Karena jika itu ulat Amerika, tidak mungkin sampai ke Indonesia, apalagi Pamekasan,” paparnya.
Menurut dia, semua jenis ulat bulu mematikan atau tidaknya bergantung pada gradasi atau tingkat alergi pada manusia itu sendiri. Jika memang alergi berat, hendaknya segera diobati ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.
Andy Purnomo juga menambahkan, video ulat Amerika dengan ciri berwarna hijau, berukuran cukup besar, dan menempel pada daun sempat meresahkan masyarakat. Sebab, video tersebut beredar di beberapa grup media sosial (medsos).
Awalnya, Video yang di-posting di medsos X oleh pemilik akun @tanyarifes yang kemudian viral di grup WhatsApp, viral hingga menggegerkan jagat maya.
Andy Purnomo menerangkan, hal tersebut sudah diungkapkan oleh dokter hewan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, Slamet Raharja. Menurut dia, ulat tersebut berjenis ASP dari Amerika Serikat.
”Efek samping dari ulat tersebut tidak fatal. Kecuali, orang yang menyentuh ulat itu memiliki alergi yang sangat parah. Masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, ulat itu tidak ada di Indonesia,” pungkasnya. | Eka*











