Tragis! ART Meninggal Dunia, Lompat Dari Lantai 3 Rumah Majikan di Tangerang, Korban TPPO

banner 468x60

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho saat menjenguk CC di RSUD Kabupaten Tangerang.

Radarjakarta.id | TANGERANG – Tangerang baru-baru ini diguncang oleh sebuah tragedi memilukan ketika seorang asisten rumah tangga (ART) berusia 16 tahun melompat dari lantai 3 di Perumahan Cimone Permai, Karawaci, Kota Tangerang. 

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, korban berinisial CC diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). CC juga masih berusia 16 tahun berdasarkan KK dan KTP dari orang tua korban. Sementara, data dari majikan inisial L, CC berusia 22 tahun.

Perempuan usia 16 tahun itu mencoba menyelamatkan diri dari kejamnya majikan dengan cara lompat dari ketinggian rumah gedongan.

Perjuangannya mencari selamat telah berakhir. Dia dinyatakan telah meninggal dunia pada Rabu (5/6) siang kemarin.

Perawatan dari RSUD Tangerang tak mampu menyelamatkan cedera dampak aksi loncat dari ketinggin lantai tiga rumah di kawasan Karawaci pada 30 Mei lalu.

Dokter forensik RSUD Kabupaten Tangerang, Liauw Djai Yen, mengatakan, dari hasil pemeriksaan, ada sejumlah luka pada tubuh korban. Pihak rumah sakit pun akan melakukan autopsi lebih lanjut terhadap korban.

Dinsos Kota Tangerang dan Polres Metro Tangerang Kota membantu pemulangan dan pengawalan jenazah ke tempat asal korban di Kerawang, Jawa Barat.

“Almarhumah hari ini dimakamkan di kampung halamannya, yakni Karawang. Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban,” kata Kapolres.

Dari kasus lompatnya ART, polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, termasuk majikan korban berinisial L.

Direktur RSUD Kabupaten Tangerang Endang Widyastiwi menjelaskan, penyebab meninggalnya CC karena mengalami luka memar di bagian paru-paru yang cukup serius.

“Kondisi ini bisa membuat penggumpalan darah di situ, ada trauma yang cukup dalam, yang akhirnya menyebabkan kematian,” pungkasnya.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60