BANDUNG, Radarjakarta.id – Kota yang dikenal sejuk mendadak memanas. Aksi begal brutal terjadi di tengah hari dan langsung mengguncang jagat media sosial. Seorang kurir paket menjadi korban setelah disergap komplotan pelaku saat berteduh dari hujan deras di kawasan Jalan Maksudi, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Minggu (3/5/2026).
Peristiwa ini viral usai rekaman kamera pengawas (CCTV) beredar luas. Dalam video tersebut, korban terlihat tak berkutik ketika empat pria yang datang menggunakan dua sepeda motor tiba-tiba berubah beringas. Awalnya mereka berpura-pura ikut berteduh, namun dalam hitungan detik situasi berubah mencekam ketika senjata tajam diarahkan ke tubuh korban.
Aksi nekat itu terjadi sekitar pukul 13.47 WIB, saat kondisi jalanan lengang akibat hujan deras. Situasi sepi inilah yang diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya tanpa hambatan. Korban yang kalah jumlah dan berada dalam ancaman langsung memilih menyelamatkan diri.
Ketua RW setempat, Reza Setiawan, mengungkapkan bahwa pelaku dengan cepat membawa kabur sepeda motor korban yang masih dipenuhi paket kiriman. Total ada 13 paket yang ikut raib bersama kendaraan tersebut. “Korban tidak bisa melawan karena diancam senjata tajam. Pelaku langsung tancap gas,” ujarnya.
Tak butuh waktu lama, aparat dari Polsek Astanaanyar dan Polrestabes Bandung langsung turun ke lokasi. Rekaman CCTV telah diamankan sebagai bukti utama untuk memburu para pelaku yang diduga merupakan komplotan terorganisir.
Kapolsek Astanaanyar, Kompol Fetrizal, membenarkan bahwa pihaknya tengah memburu empat pelaku yang terekam jelas dalam kamera pengawas. Salah satu pelaku bahkan diketahui mengancam korban menggunakan pisau lipat sebelum akhirnya merampas motor dan kabur dari lokasi.
Hingga kini, penyelidikan masih terus dikembangkan. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan mendalami setiap petunjuk yang ada demi mengungkap identitas para pelaku.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi warga. Aksi kriminal yang terjadi di siang hari membuktikan bahwa pelaku kejahatan kini semakin nekat dan terorganisir, bahkan di tengah kondisi cuaca buruk sekalipun.***











