Sudis Kominfotik Jakbar Ajak Keluarga Waspadai Ancaman Siber, Lindungi Ibu dan Anak

banner 468x60

JAKARTA BARAT, Radarjakarta.id – Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Sudis Kominfotik) Jakarta Barat mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman siber, khususnya yang menyasar ibu dan anak.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Security Awareness Jakarta Barat bertajuk “Keluarga Aman Digital: Melindungi Ibu dan Anak dari Ancaman Siber” yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Kota Jakarta Barat, Kamis (20/8/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepala Seksi Aplikasi Siber dan Statistik (Astik) Sudis Kominfotik Jakarta Barat, Nur Izzuddin, mengatakan teknologi dan internet kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan keluarga. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti berbagai risiko keamanan digital.

“Penggunaan teknologi dan internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam keluarga. Di balik kemudahan tersebut, terdapat berbagai ancaman siber yang dapat menyasar siapa saja, termasuk ibu dan anak,” ujar Nur.

Menurutnya, peningkatan kesadaran keamanan siber diperlukan untuk melindungi data pribadi, identitas digital, serta lingkungan keluarga dari berbagai bentuk kejahatan dan ancaman di ruang digital.

Sementara itu, Sandiman Ahli Madya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Muhammad Ismu Hadi, mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam membagikan data pribadi di internet.

“Kalau tidak resmi, jangan dibagikan data pribadi. Data kita bernilai, jadi jangan sampai dimanfaatkan,” katanya.

Hadi juga mengimbau masyarakat tidak sembarangan mengeklik tautan atau membuka konten dari sumber yang tidak jelas. Informasi maupun tautan mencurigakan yang tidak diperlukan sebaiknya segera dihapus.

“Jangan sembarangan memberikan akun dan password. Karena kalau sudah menyerahkan itu, identitas kita menjadi terancam,” tegasnya.

Ia turut mengingatkan warga Jakarta Barat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial. Setiap informasi perlu diperiksa dan diverifikasi melalui sumber terpercaya untuk mencegah penyebaran disinformasi.

Selain perlindungan data pribadi, Hadi menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak menggunakan internet. Penggunaan internet oleh anak yang semakin luas juga menghadirkan sejumlah risiko, mulai dari perundungan siber (cyberbullying), penipuan daring, hingga paparan konten berbahaya dan kekerasan.

“Anak yang sudah mengakses internet harus mendapat perhatian orang tua. Jangan sampai mereka menjadi korban perundungan, penipuan online, maupun terpapar konten berbahaya,” ujarnya.

Karena itu, orang tua dinilai perlu melakukan pengawasan serta membatasi penggunaan internet anak secara bijak. Pendampingan menjadi penting agar anak tidak mudah meniru perilaku maupun konten negatif yang ditemui di ruang digital.

Hadi berharap edukasi keamanan siber dapat memperkuat kemampuan keluarga dalam mengenali, mencegah, dan menghindari berbagai ancaman digital.

“Yang penting kita selalu waspada, jangan mudah terpengaruh, dan selalu mengecek apakah sumber informasi tersebut terpercaya atau tidak,” pungkasnya.|Zidan*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.