PAMEKASAN, Radarjakarta.id – Warga Dusun Pokapoh, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur, memilih cara tak biasa untuk melampiaskan keresahan mereka. Sebuah baliho besar bertuliskan “Selamat Datang di Desa Maling” dipasang di jalan utama desa sejak Selasa, 19 Agustus 2025. Spanduk itu langsung viral di media sosial.
Tokoh masyarakat setempat, Marsuto Alfianto, mengatakan aksi itu merupakan bentuk protes warga atas maraknya pencurian, terutama sepeda motor dan perhiasan emas, yang sudah terjadi sejak 2022. “Sudah lama sering terjadi pencurian, tapi sampai sekarang pelakunya tidak pernah tertangkap,” ujarnya, Rabu, 20 Agustus 2025.
Marsuto menceritakan, peristiwa kehilangan di desanya berlangsung berulang. Mulai dari motor yang dibeli dari hasil menjual tanah hingga perhiasan emas warga, semua raib tanpa jejak. Bahkan, seminggu menjelang perayaan 17 Agustus lalu, dua sepeda motor milik karyawan PT Jawara hilang sekaligus dalam semalam. “Maling beraksi saat listrik padam, CCTV pun ikut mati. Seakan-akan mereka tahu kondisi desa,” kata Marsuto.
Tak hanya warga biasa, anak seorang kiai juga pernah menjadi korban. “Sepeda motor anak Pak Hotip dan anak kiai di sini hilang hampir bersamaan,” tambahnya.
Dari keresahan itu, warga kemudian berinisiatif memasang baliho sindiran. Awalnya bertuliskan “Desa Maling”, kini ditambah dengan kalimat satir lain: “Desa Paling Aman Sedunia, Meski Mencuri Tak Akan Tertangkap.”
Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Jupriadi, membenarkan maraknya laporan pencurian di kawasan tersebut. Ia mengatakan polisi sudah melakukan penyelidikan, termasuk penggerebekan pada Selasa malam di rumah seorang terduga pelaku. Namun, hasilnya nihil. “Benar ada penggerebekan, tapi orang yang dicari tidak berada di lokasi,” ujarnya.
Meski polisi turun tangan, hingga kini pelaku pencurian di Desa Larangan Badung masih misterius. Warga tetap waspada sambil menunggu aparat menindaklanjuti laporan mereka. Sementara itu, spanduk “Desa Maling” masih terpasang, menjadi simbol protes sekaligus jeritan keputusasaan warga.***
Spanduk “Desa Maling” di Pamekasan, Warga Protes Maraknya Pencurian










