BOGOR, Radarjakarta,id – Komandan Kodim (Dandim) 0501/Jakarta Pusat Kolonel Inf Ahmad Alam Budiman memimpin langsung mediasi penyelesaian kasus viral dugaan intimidasi terhadap pedagang es gabus, Sudrajat, yang sebelumnya terjadi di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat. Mediasi digelar di Jl. Kampung Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jumat (28/1/2026).
Kolonel Inf Ahmad Alam Budiman menegaskan bahwa kehadirannya bersama jajaran TNI-Polri merupakan bentuk tanggung jawab komando sekaligus komitmen institusi untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, humanis, dan profesional. Ia menegaskan tidak ada niat intimidasi terhadap warga.
“Kami hadir sebagai pimpinan untuk meminta maaf secara langsung apabila tindakan anggota kami tidak sesuai prosedur. Ini menjadi evaluasi serius bagi kami agar ke depan lebih berhati-hati dan mengedepankan verifikasi serta pendekatan persuasif,” tegas Dandim 0501/JP.
Kasus ini mencuat setelah video pemeriksaan dagangan es gabus milik Sudrajat oleh oknum Babinsa dan Bhabinkamtibmas viral di media sosial. Dalam video tersebut, es gabus diduga berbahan spons, namun hasil pemeriksaan menyatakan makanan tersebut aman dikonsumsi.
Dalam mediasi tersebut, Dandim 0501/JP didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Danramil 04 Bojonggede Mayor Arm Ruwijo, Danramil Kemayoran Mayor CPN M. Firdaus, Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful, Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Syafei, serta Kades Rawa Panjang Mohammad Agus.
Kolonel Inf Ahmad Alam Budiman menambahkan, seluruh anggota yang terlibat telah dilakukan konseling dan evaluasi internal. Ia menekankan bahwa TNI sebagai aparat teritorial wajib hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Indonesia adalah negara hukum. Setiap dugaan pelanggaran harus dibuktikan secara ilmiah dan prosedural, bukan berdasarkan asumsi atau tekanan situasi,” ujarnya.
Sudrajat, pedagang es gabus yang telah berjualan lebih dari 30 tahun, menerima permintaan maaf tersebut dan menyatakan siap kembali berjualan. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan pedagang kecil dapat bekerja dengan rasa aman.
Dandim 0501/JP menutup pertemuan dengan menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh jajaran agar ke depan semakin profesional, humanis, dan berpihak pada keadilan serta ketenangan masyarakat.***











