JAKARTA, RadarJakarta.id –Pasca Kebakaran yang melanda kawasan Kalideres, Jakarta Barat, pada Minggu (11/10/2026) malam, menghanguskan sedikitnya 10 bangunan. Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu turut menghanguskan rumah kontrakan Rohma (50) bersama keluarganya. Akibatnya, mereka kehilangan tempat tinggal, barang berharga, serta sejumlah dokumen penting, termasuk berkas perkuliahan anak sulungnya, Gilang Atmaja (24), yang tengah menyelesaikan skripsi di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).
Saat kebakaran terjadi, Rohma mengaku berada di rumah. Sementara itu, suaminya, Warham Malang Sejati (56), bersama salah seorang anak mereka sedang berjualan di pasar malam. Setelah pulang berjualan dalam kondisi kehujanan, Warham sempat mandi. Namun, ketika keluar, api sudah membesar dan melalap bagian rumah mereka.
Warham sempat berupaya naik ke lantai atas untuk menyelamatkan sejumlah dokumen dan berkas penting. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut gagal. Seluruh barang yang tersimpan di rumah kontrakan yang telah mereka tempati selama kurang lebih tiga tahun itu akhirnya hangus terbakar.
“Semua habis, Pak. Barang-barang semuanya habis, termasuk berkas-berkas yang tidak sempat diselamatkan,” ungkap Rohma saat menceritakan musibah yang dialami keluarganya kepada Radar Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Di tengah kehilangan tersebut, Rohma berusaha mencari cara agar keluarganya bisa kembali memperoleh penghasilan. Selama ini, suaminya membantu usaha berjualan makanan di pasar malam, seperti sosis bakar. Rohma berharap dapat kembali berjualan pada Senin mendatang, meski perlengkapan usaha, termasuk gerobak, belum tersedia. Ia berencana memulai kembali usahanya secara bertahap dengan membeli peralatan dan kebutuhan yang paling mendesak sesuai kemampuan.
Rohma dan Warham memiliki tiga anak. Anak sulung mereka, Gilang, berusia 24 tahun dan sedang menyelesaikan skripsi di UBSI. Anak kedua berusia 20 tahun dan kini duduk di semester tiga Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Sementara itu, anak bungsu mereka, Alfarizi (9), masih duduk di kelas III SDN 12 Kalideres. Kebakaran tersebut tidak hanya menghilangkan harta benda keluarga, tetapi juga berdampak pada persiapan pendidikan anak sulungnya yang tengah memasuki tahap akhir perkuliahan. Hingga wawancara berlangsung, keluarga itu mengaku belum menerima bantuan langsung dari pihak kampus, meskipun informasi mengenai musibah tersebut telah disampaikan ke lingkungan perkuliahan.
Di tengah kesedihan, Rohma bersyukur atas bantuan dari sembilan sekolah dasar negeri se-Kalideres yang di koordinir Betti Nurbaeti berupa pakaian dan berbagai kebutuhan anak-anak. Bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya untuk memenuhi kebutuhan dasar setelah seluruh barang mereka hangus terbakar.
“Alhamdulillah banget, sangat membantu, terutama untuk kebutuhan dan baju-baju anak-anak,” tuturnya.
Kini, Rohma dan keluarganya berusaha bangkit dari musibah yang mengubah kehidupan mereka. Keinginan untuk kembali berjualan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan memastikan pendidikan anak-anak tetap berlanjut menjadi harapan yang terus diperjuangkan. Di tengah keterbatasan, Rohma berharap dapat membangun kembali kehidupan keluarganya secara perlahan.***











