Senyar Hilang, Ancaman Cuaca Ekstrem Masih Mengintai

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — BMKG merilis peringatan terbaru bahwa meski Siklon Tropis SENYAR resmi melemah dan punah setelah bergerak menjauh ke daratan Malaysia, cuaca ekstrem di Indonesia belum berakhir. Sejumlah wilayah dilaporkan masih berada dalam status waspada hingga sepekan ke depan akibat sistem atmosfer yang masih aktif dan saling memicu peningkatan curah hujan signifikan.

Pada periode 28–30 November 2025, Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kalimantan Barat, NTB, NTT, Bengkulu, hingga Jawa Timur diperkirakan masih berpotensi diguyur hujan deras hingga kategori ekstrem. BMKG menyebut ancaman tertinggi masih terpusat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, daerah yang sebelumnya mencatat curah hujan dengan intensitas ekstrem dalam dua hari terakhir.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Data BMKG memperlihatkan beberapa lokasi mencatat curah hujan abnormal, seperti Aceh Utara sebesar 310,8 mm/hari, Medan mencapai 262,2 mm/hari, dan Padang Pariaman 154 mm/hari. Kondisi ini turut diperkuat oleh Gelombang Rossby Ekuator yang memperluas pembentukan awan hujan massif di sekitar wilayah terdampak.

Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengonfirmasi bahwa sistem cuaca ex-Siklon SENYAR masih memengaruhi kondisi atmosfer. Dampak yang ditimbulkan meliputi hujan sangat lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi berkisar 2,5 hingga 4 meter terutama di Samudra Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Nias, sehingga aktivitas bahari diminta ditunda sementara.

Belum selesai dengan SENYAR, Indonesia kembali berhadapan dengan dampak tidak langsung Siklon Tropis KOTO di Laut Cina Selatan. Badai ini menciptakan potensi cuaca ekstrem di wilayah Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara dengan prediksi gelombang tinggi yang dapat mencapai empat meter di beberapa perairan strategis.

BMKG menegaskan, cuaca ekstrem pekan ini dipicu oleh kombinasi fenomena atmosfer global, regional, dan lokal. La Nina lemah, Dipole Mode negatif, penguatan Monsun Asia, serta fase aktif Madden-Julian Oscillation (MJO) turut menciptakan kondisi atmosfer yang disebut paling agresif dalam beberapa bulan terakhir.

Dengan dinamika cuaca yang masih bergejolak, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi. Informasi cuaca diminta terus diperbarui melalui kanal resmi BMKG, terutama bagi daerah yang berada dalam jalur peringatan dini.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.