Foto: Latihan atau Gladi Upacara bendera di SD Muhammadiyah Meruyung Depok. (Dok.)
DEPOK, Radarjakarta.id – Sekolah dasar kini semakin menekankan pentingnya pengenalan rasa cinta tanah air sejak dini melalui kegiatan rutin di lingkungan sekolah.
Dari pantau Radarjakarta.id Salah satunya SD Muhammadiyah Meruyung Depok, sekolah ini melibatkan anak-anak kelas 3 untuk menjadi petugas upacara bendera yang akan dilaksanakan setiap hari Senin. Hari ini, Sabtu (27/9/2025), para siswa telah dilatih terlebih dahulu untuk mengikuti gladi kotor dan persiapan kegiatan upacara bendera yang akan diadakan pada senin depan tanggal 6 Oktober 2025.
Keterlibatan siswa sebagai pengibar bendera, pembawa teks UUD 1945, maupun pemimpin upacara dipandang sebagai langkah strategis dalam membentuk karakter nasionalis. Pihak sekolah menilai, pengenalan ini bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban untuk menanamkan nilai kebanggaan terhadap identitas bangsa.
“Melalui upacara, anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, dan memahami makna bendera Merah Putih sebagai simbol negara,” ujar seorang guru.
Seorang wali murid, Maya (43), mengaku bangga melihat anaknya terpilih menjadi petugas upacara di sekolah.
“Awalnya anak saya gugup, tapi setelah dilatih oleh guru, dia jadi lebih percaya diri. Saya senang sekali karena melalui kegiatan upacara, anak-anak belajar disiplin dan juga cinta tanah air sejak kecil,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, pengalaman menjadi petugas upacara adalah pembelajaran berharga.
“Tidak semua anak bisa mendapat kesempatan itu. Ketika anak saya dipercaya mengibarkan Merah Putih, saya merinding melihatnya. Semoga ini bisa jadi bekal untuk membentuk karakter dan rasa nasionalisme,” katanya dengan bangga.
Selain rutin melaksanakan upacara, sekolah ini juga mengadakan kegiatan pengenalan tentang bendera Merah putih dan arti cinta tanah air serta rasa nasionalisme kepada siswa. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat rasa memiliki dan menumbuhkan kecintaan terhadap simbol kebangsaan.
Tak hanya itu, edukasi tentang filosofi bendera turut diberikan. Warna merah melambangkan keberanian, sedangkan putih melambangkan kesucian. Penjelasan sederhana namun mendalam ini membuat anak-anak memahami bahwa bendera bukan hanya kain berwarna, melainkan representasi perjuangan dan kehormatan bangsa Indonesia.
Upaya sosialisasi cinta tanah air ini juga diperkuat dengan perayaan momentum nasional, seperti Hari Kemerdekaan. Sekolah mengajak siswa untuk menghias lingkungan dengan umbul-umbul, ornamen merah putih, hingga membagikan momen positif di media sosial.
Dengan pembiasaan sejak dini, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi warga negara yang memiliki semangat nasionalisme tinggi, menghormati bendera, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.***











