Sasa Teken MoU Ekspor Kelapa ke Turkiye Senilai US$1 Juta

banner 468x60

TANGERANG SELATAN, RadarJakarta.id – PT Sasa Inti (Sasa) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan perusahaan perdagangan asal Turkiye, Zafer Global Gida San. Dış Tic. Ltd. Şti., untuk memasok produk kelapa parut kering rendah lemak (Low-Fat Desiccated Coconut/LFDC) senilai US$1 juta. Penandatanganan berlangsung dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, Kamis (15/10/2026), disaksikan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso. Pasokan produk dijadwalkan mulai 2027.

Marketing Director PT Sasa Inti, Agus Nugraha, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa Indonesia. Produk yang dipasok akan menggunakan kelapa pilihan dari Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Menurut Agus, pemanfaatan bahan baku lokal menjadi bagian penting dalam menghasilkan produk berkualitas yang mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Ke depan, kami berharap kemitraan ini dapat membuka peluang lebih luas di pasar internasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan industri kelapa Indonesia,” ujar Agus.

Dari pihak mitra, Sales and Purchasing Director Zafer Global Gida, Veysel Cüneyt Özlen, menyambut positif kesepakatan tersebut. Ia menilai pengalaman Sasa di industri pangan menjadi fondasi untuk membangun hubungan perdagangan yang berkelanjutan antara Indonesia dan Turkiye. Veysel juga berharap pelaksanaan pasokan mulai 2027 dapat memberikan manfaat bagi kedua perusahaan.

Peluang ekspor kelapa olahan Indonesia didukung potensi pasar internasional. Berdasarkan publikasi Outlook Komoditas Kelapa 2025 dari Kementerian Pertanian, Indonesia menempati posisi kedua eksportir kelapa kering terbesar dunia selama periode 2019–2023, dengan pangsa pasar 24,90 persen. Sementara itu, Turkiye memiliki rata-rata impor kelapa parut kering sekitar 17 ribu ton per tahun, sehingga menjadi salah satu pasar potensial bagi produk Indonesia.

Sebagai perusahaan makanan yang telah berpengalaman lebih dari lima dekade, Sasa menyatakan telah memasarkan produk ke berbagai kawasan, termasuk Asia Tenggara, Timur Tengah, Asia Timur, Australia, Afrika, dan Amerika Serikat. Perusahaan juga menerapkan standar mutu dan keamanan pangan, antara lain FSSC 22000 V6, ISO 22000, ISO 9001, HACCP, serta sertifikasi halal BPJPH untuk mendukung daya saing produknya di pasar ekspor.

Kesepakatan senilai US$1 juta ini menjadi peluang untuk memperkuat hilirisasi kelapa, mengembangkan produk bernilai tambah, dan memperluas akses pasar bagi industri pangan nasional. Namun, dampak nyata terhadap ekspor dan rantai pasok lokal akan bergantung pada realisasi pengiriman mulai 2027, konsistensi mutu, serta pemenuhan kebutuhan pembeli sesuai kesepakatan kedua perusahaan.|Guffe*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.