Santri Kedepan Harus Kuat Agamanya

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Di era jaman sekarang ini santri kedepannya itu harus kuat iman, cerdas dunianya, dan lurus niatnya.

Demikian dikatakan Pimpinan Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Qolbun Salim SD-SMP-SMA di Kalibaru, Cilodong KH. Naim Mukhtar saat menghadiri Hari Santri Kota Depok di Alun-Alun Timur Kecamatan Cilodong.

“Zaman sekarang tidak cukup hanya jadi santri yang pintar ngaji kitab saja,” katanya.

Dia menambahkan, santri harus siap tiga hal, yang pertama Santri menjadi Benteng Aqidah.

Dimana Santri harus paling paham mana halal-haram, mana sunnah-bid’ah, mana yang boleh diikuti dan tidak.

Kedua, Santri Jadi Pemenang Dunia, Bukan Korban Dunia. Dimana kedepannya, santri jangan sampai kalah saing. Harus bisa HP untuk dakwah, bisa usaha, bisa kerja, bisa bahasa.

“Jangan sampai santri hanya bisa ceramah tapi tidak bisa cari nafkah yang halal,” katanya.

Dan yang ketiga Santri Menjadi
Pemimpin Akhlak.

“Dimana Orang tidak akan ingat santri itu juara kelas berapa. Orang akan ingat santri itu sopan, jujur, amanah, tidak sombong, katanya.

Jadi Pemenang Dunia, Bukan Korban Dunia, Kedepannya santri jangan sampai kalah saing.

Sementara untuk Pondok Pesantren Qlbun Salim yang berada di Kalibaru, Cilodong kedepannya akan mencetak santri yang Qur’ani cinta Al-Qur’an.

Santri yang mandiri dimana bisa hidup tanpa bergantung pondok, Bermanfaat pulang ke kampung, kampungnya jadi terang karena dia

“Kalau santrinya seperti ini, pondoknya tidak akan pernah mati. Justru akan semakin besar,” katanya.

Naim menambahkan, santri bukan sekadar mereka yang fasih melantunkan ayat.

Akan tetapi mereka yang mampu menerjemahkan ilmu menjadi akhlak dan pengetahuan menjadi pengabdian.

“Sebab, apa arti ribuan hafalan jika kejujuran masih diabaikan, apa arti tingginya ilmu jika kepedulian terhadap sesama justru memudar,” katanya.

Hari Santri bukan hanya tentang mengenang perjuangan, tetapi juga menjadi cermin untuk mempertanyakan.

“Sudahkah ilmu yang dipelajari membawa manfaat bagi umat dan perubahan bagi negeri,” katanya.

Sebab, Santri sejati tidak hanya pandai berbicara tentang kebaikan, tetapi berani memperjuangkannya dalam kehidupan.

“Mengaji untuk menerangi hati, berilmu untuk membenahi negeri, dan berakhlak untuk menjaga bumi,” katanya.(AjiHendro)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.