ACEH TAMIANG, Radarjakarta.id – Di tengah reruntuhan rumah dan tumpukan lumpur sisa banjir bandang, pemandangan yang paling menggugah hati terlihat di jalan-jalan desa: anak-anak kecil berdiri memegang wadah plastik, berharap setiap kendaraan yang melintas berhenti untuk memberi mereka air minum atau makanan. Situasi memilukan ini menjadi alasan Rotary Indonesia, khususnya Rotary Distrik 3410, turun langsung ke lokasi terdampak di Aceh dan Sumatera Utara.
Past Presiden Kenny, selaku Rotary Chair Disaster Relief, berada di garis depan membantu para korban, termasuk memberikan bantuan kepada anak-anak yang menghampiri kendaraan di pinggir jalan. Dalam laporannya, Kenny menggambarkan kondisi yang sangat berat, dengan banyak titik yang masih terputus serta laporan adanya korban yang belum dievakuasi dari kendaraan yang terseret banjir. “Yeah… I cried bro,” ungkapnya, menggambarkan betapa sulitnya situasi di lapangan.
Aksi kemanusiaan ini semakin menyentuh ketika para relawan sepuh tetap memaksa hadir di wilayah yang medannya tidak bersahabat. PDG Sumantoro, 72 tahun, dan Pak Bibi, 78 tahun, dari RC Medan Deli, berjalan menembus puing dan lumpur untuk menyalurkan bantuan. Kehadiran mereka menjadi bukti kuatnya tekad Rotarian untuk melayani tanpa batas usia dan keadaan.
Di lokasi pengungsian sementara, di bawah tenda darurat yang sederhana, para ibu dan anak-anak menerima bantuan dari tim Rotary. Senyum getir para perempuan yang kehilangan rumah, bercampur tangis anak-anak yang masih trauma, memperlihatkan betapa besar kebutuhan akan dukungan emosional. Relawan Rotary tidak hanya membawa makanan dan air, tetapi juga memberikan pelukan, hiburan, dan waktu untuk menenangkan para korban, terutama anak-anak.
Gerakan kemanusiaan ini melibatkan lebih dari 1.120 Rotarian dari berbagai klub di Distrik 3410. Dukungan mengalir dari presiden dan past presiden RC Medan Talenta, para PDG seperti PDG Eva Kurniati, serta perhatian dari Distrik 3420 melalui District Governor Dyah Anggraini. Semua bergerak satu hati: membantu mereka yang kehilangan segalanya dalam hitungan menit.
District Governor 3410, Sanny Suharli, menyampaikan terima kasih kepada para relawan dan kepada pimpinan Radar Jakarta, Faisal, yang terus mengangkat pemberitaan tentang aksi peduli Rotary di bencana ini. Menurutnya, publik harus mengetahui bahwa korban paling besar dalam musibah ini adalah kelompok rentan anak-anak, perempuan, dan lansia yang sangat membutuhkan perhatian dan pendampingan.
Ketika malam turun di Aceh Tamiang, relawan Rotary masih terlihat berdiri di antara puing-puing, dikelilingi anak-anak yang memegang cahaya dari gawai kecil. Di tengah gelapnya bencana, uluran tangan mereka menjadi penerang dan bukti bahwa harapan selalu bisa ditemukan, bahkan dari senyum kecil yang muncul di bawah tenda darurat.***











