Rakyat Tertindas, DPR Abai: Dahlia Zein Ledek Elit Politik dengan Nada Geram

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id  – Suara lantang datang dari pengamat politik sekaligus mantan aktivis, Dahlia Zein. Ia menegaskan penolakannya terhadap aksi penjarahan dan perusakan fasilitas umum yang mewarnai gelombang demonstrasi besar di Jakarta dan berbagai daerah.

Dahlia mengaku turut merasakan luka batin ketika melihat aksi massa yang awalnya bertujuan menyuarakan aspirasi rakyat, berubah menjadi kekacauan yang merugikan warga tak bersalah.

“Saya mantan aktivis, saya paham marahnya rakyat. Tapi saya mengutuk keras penjarahan dan perusakan fasilitas publik. Itu hanya menyakiti rakyat kecil, bukan menyelesaikan masalah,” tegas Dahlia dengan nada penuh emosi.

Menurutnya, kekacauan ini berawal dari sikap abai para wakil rakyat yang tidak bersedia menemui massa. Padahal, bila DPR menunjukkan itikad dialog, ketegangan tidak akan meluas.

“Parlemen seharusnya punya inisiatif mendatangi rakyat. Kalau aspirasi mereka didengar, kerusuhan tidak akan sebesar ini. Tapi yang saya lihat justru ada pembiaran. Bahkan, saya curiga ada pihak yang menunggangi situasi,” ujar Dahlia penuh curiga.

Ia mendesak Presiden segera membentuk tim khusus yang bekerja transparan untuk mengusut dalang di balik meluasnya kerusuhan.

“Ingat, negara ini demokrasi, bukan democrazy. Aspirasi rakyat jangan dipermainkan,” serunya.

Lebih jauh, Dahlia menyinggung gaya kepemimpinan elit politik yang kerap melahirkan kebijakan tanpa melibatkan pakar, sehingga rakyat semakin terhimpit.

“Para menteri jangan asal buat kebijakan, terutama soal pajak, perbankan, atau pertanahan. Libatkan orang-orang berkompeten. Jangan sampai keputusan yang diambil justru menindas rakyat,” katanya.

Dahlia juga berpesan keras kepada aparat keamanan agar tidak bertindak represif terhadap massa. Menurutnya, aparat seharusnya menjadi pengayom, bukan menebar ketakutan.

“Ingat sumpah Bhayangkara. Jangan pukuli sembarang orang. Bisa saja di antara massa ada saudaramu sendiri, bahkan anakmu. Seragammu adalah lambang pengabdian, bukan arogansi,” ucapnya menutup pernyataan.

Dahlia menekankan, rakyat adalah pemilik kedaulatan sejati. Jika suara mereka terus diabaikan, api kemarahan bisa menjelma menjadi gelombang besar yang sulit dibendung.|Titik

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.