Bupati Tanggamus Apresiasi Inisiatif PT PPM
Rencana kolaborasi tersebut mendapat respons positif dari pemerintah daerah yang mengikuti pertemuan. Bupati Tanggamus, Hi. Mohammad Saleh Asnawi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PT PPM yang membuka peluang kerja sama pembangunan bersama sejumlah daerah.
Menurut Saleh Asnawi, keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan berbagai program pembangunan. Karena itu, kehadiran investasi dan skema KPBU dinilai dapat menjadi alternatif untuk mendorong percepatan pembangunan.
“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif kolaborasi serta kerja sama ini. Mengingat tantangan anggaran daerah (APBD) yang terbatas dan adanya pemotongan dari pusat, kehadiran investasi maupun kerja sama seperti KPBU ini sangat diharapkan untuk membantu percepatan pembangunan serta membawa keberkahan bagi masyarakat di Tanggamus, Pesawaran, Lampung Barat, dan Pringsewu,” ungkap Saleh Asnawi.
Ia menilai skema KPBU memiliki peluang strategis untuk membantu pemerintah daerah merealisasikan proyek berskala besar, khususnya ketika kemampuan APBD belum mencukupi kebutuhan pembiayaan pembangunan.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga menyampaikan keterbukaan terhadap peluang investasi yang ditawarkan melalui kerja sama tersebut.
“Kami dari Pemkab Lampung Barat sangat terbuka terhadap peluang investasi ini dan siap menunggu pemaparan teknis lebih detail mengenai skema pembiayaan serta pembagian peran masing-masing kabupaten,” ujar perwakilan Pemkab Lampung Barat.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi antara PT PPM dan pemerintah daerah dalam memetakan potensi serta kebutuhan masing-masing wilayah.
Selanjutnya, pembahasan teknis diharapkan dapat memperjelas pola pembiayaan, pembagian tanggung jawab, dan mekanisme pelaksanaan proyek. Dengan demikian, program KPBU yang dirancang PT PPM diharapkan tidak hanya mendorong investasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi pemerintah, badan usaha, dan masyarakat desa, pengembangan sektor pangan dan energi diharapkan menjadi salah satu penggerak kemandirian ekonomi daerah sekaligus mendukung agenda kedaulatan pangan dan energi nasional.













