Pramono Anung Gaungkan Jakarta Kota Global 2030 di PBB dan Hadapan Diaspora AS

banner 468x60

New York, Radarjakarta.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyerukan peran aktif diaspora Indonesia di Amerika Serikat dalam mewujudkan transformasi Jakarta sebagai kota global berdaya saing pada 2030. Seruan itu disampaikan dalam kunjungan kerja ke New York, Amerika Serikat, Selasa-Rabu (15–16 Juli 2025), dalam dua agenda penting yang menyorot posisi Jakarta di kancah internasional.

Dalam acara bertajuk “Sinergi untuk Jakarta” yang digelar di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York, Pramono mengajak para diaspora, akademisi, pelajar, dan mahasiswa Indonesia untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan Jakarta. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor, termasuk kontribusi dari diaspora, menjadi kunci menjadikan Jakarta sebagai kota yang tangguh dan inklusif.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Jakarta harus menjadi tempat di mana setiap orang memiliki ruang. Tidak ada satu pun yang tertinggal,” kata Pramono, disambut antusias para peserta.

Keesokan harinya, Gubernur Pramono mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam High-Level Political Forum: Local and Regional Governments Forum di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam forum internasional itu, ia memaparkan berbagai inisiatif Jakarta dalam mengarusutamakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke dalam kebijakan dan program lokal.

Menurut Pramono, keberhasilan Jakarta menuju 50 kota global terdepan pada 2030 tidak terlepas dari komitmen pada prinsip pembangunan berkelanjutan yang mencakup reformasi tata kelola, peningkatan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, dan keterbukaan komunikasi publik.

“Kami terus mendorong transformasi menyeluruh demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang setara, aman, dan berdaya saing,” ujar Pramono dalam siaran resmi Pemprov DKI Jakarta, Kamis (17/7).

Pencapaian Strategis: Gender, Keamanan, hingga Inklusivitas

Dalam pidatonya, Pramono menyoroti berbagai capaian DKI Jakarta, antara lain dalam bidang kesehatan masyarakat, pemberdayaan perempuan, keamanan kota, dan kolaborasi sosial. Ia menyebut Indeks Ketimpangan Gender Jakarta menjadi yang terendah secara nasional pada 2024, berkat sejumlah program progresif.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Bus Transjakarta khusus perempuan,
  • Kampanye antipelecehan seksual,
  • Perpanjangan jam operasional taman kota yang dilengkapi dengan pencahayaan dan pengawasan yang memadai.

“Kesetaraan gender bukan hanya angka, tapi soal ruang aman dan keadilan bagi semua,” tegas Pramono.

Jakarta Sebagai Poros Pembangunan Nasional

Mengakhiri rangkaian kunjungan, Pramono kembali menggarisbawahi pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memastikan Jakarta tidak hanya tumbuh, tetapi juga tumbuh bersama.

“Jakarta harus menjadi pelopor pembangunan nasional yang tangguh, inklusif, dan terintegrasi secara global. Kolaborasi menjadi nadi dari seluruh transformasi ini,” pungkasnya.| Ucha*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.