Polda Riau Tuntaskan Ekspedisi Merah Putih 17 Hari di HUT RI

banner 468x60

PEKANBARU, Radarjakarta.id — Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 yang digelar Polda Riau dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi salah satu gerakan kebangsaan yang membawa pesan kuat tentang kehadiran negara di wilayah pesisir, pulau terluar dan kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Selama rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga 17 Agustus 2026, jajaran Polda Riau menjangkau berbagai wilayah strategis, termasuk Panipahan di Rokan Hilir, Pulau Rupat di Bengkalis, Pulau Rangsang di Kepulauan Meranti serta Concong di Indragiri Hilir. Ekspedisi tersebut menyasar 17 desa di kawasan 3T dengan membawa misi pelayanan masyarakat, penguatan nasionalisme, pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menjaga Keberlanjutan”, kegiatan tidak berhenti pada seremoni kemerdekaan. Polda Riau menggelar penanaman pohon dan mangrove, pembagian Bendera Merah Putih, bantuan sosial, pelayanan kesehatan gratis, dialog dengan masyarakat, hingga penyerahan mesin ketinting untuk nelayan. Sebanyak 81 unit mesin ketinting disiapkan sebagai simbol HUT ke-81 RI.

Ekspedisi tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan Green Policing yang dikembangkan Polda Riau. Penanaman mangrove di wilayah pesisir diarahkan untuk membantu mencegah abrasi dan menjaga ekosistem, sementara bantuan kepada masyarakat diarahkan agar kehadiran Polri dapat dirasakan secara langsung oleh warga di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses pelayanan.

Dari pesisir Kepulauan Meranti, pesan kebangsaan dan keamanan kembali ditegaskan. Kehadiran pejabat pengamanan wilayah atau Pamatwil bersama unsur TNI, pemerintah daerah dan tokoh masyarakat diarahkan untuk memperkuat komunikasi dengan warga sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Semangat yang dibawa adalah bahwa persatuan tidak hanya dibangun di pusat pemerintahan, tetapi juga dari wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan sebelumnya menegaskan ekspedisi tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara hingga titik terluar. Menurutnya, masyarakat pesisir harus merasakan perhatian negara sekaligus diajak bersama-sama menjaga persatuan dan lingkungan.

Apresiasi terhadap pengabdian personel juga menjadi bagian dari perjalanan Ekspedisi Merah Putih Presisi. Sebelumnya, Kapolda Riau memberikan penghargaan kepada 133 penerima yang terdiri atas 123 personel Polri dan 10 penerima dari unsur eksternal atas prestasi, dedikasi dan kontribusi mereka. Penghargaan tersebut mencakup berbagai bidang, termasuk penegakan hukum, kemanusiaan, olahraga serta kontribusi dalam pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.

Bagi Polda Riau, penghargaan bukan sekadar seremoni. Kapolda menekankan bahwa kepercayaan publik dibangun melalui pengabdian yang konsisten, pelayanan yang tulus, penegakan hukum yang adil serta kepedulian terhadap masyarakat. Pesan tersebut menjadi penting karena ekspedisi bukan hanya perjalanan geografis menuju wilayah terluar, tetapi juga perjalanan untuk mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat.

Dengan berakhirnya rangkaian Ekspedisi Merah Putih Presisi bertepatan dengan momentum HUT ke-81 RI, Polda Riau meninggalkan pesan utama: Merah Putih harus hadir dan berkibar bersama rasa aman, pelayanan, persatuan serta kepedulian lingkungan hingga pelosok negeri. Ekspedisi tersebut sekaligus mempertegas bahwa menjaga Indonesia membutuhkan kolaborasi Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, mahasiswa, nelayan dan seluruh elemen masyarakat.|Santi Sinaga*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.