Polda Metro Jaya Gerebek Markas Judi Online, 10 Oknum Pegawai dan Staf  Ahli Komdigi di Ditangkap

banner 468x60

Radarjakarta.id | JAKARTA – Polda Metro Jaya menggeledah kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Penggeledahan dilakukan setelah Polda Metro Jaya menggeledah markas jaringan judi online yang diduga dioperasikan oleh pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di sebuah ruko kawasan Galaksi Grand City, Bekasi, Jawa Barat yang dijadikan kantor satelit pada Jumat siang, 1 November 2024. Polda Metro Jaya memulai penggeledahan pukul 17.47 WIB dan berhasil menangkap 11 tersangka, 10 diantaranya merupakan pegawai dan Staf Ahli Komdigi.

“Iya ini (kantor satelit),” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di lokasi, Jumat (1/11/2024).

Tampak penggeledahan dipimpin langsung Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Pegawai dan staf ahli di Komdigi yang ditangkap diduga menyalahgunakan wewenang. Mereka diberi wewenang untuk memblokir situs judi online tapi tak melakukan hal itu.

“Jadi mereka ini bertugas untuk memblokir situs-situs judi online, tapi yang dilakukan malah mengamankan sesuai pesanan,” ucap Ade sebelum penggeledahan.

Markas jaringan judi online itu terletak di sebuah ruko berlantai tiga. Penyidik Polda Metro Jaya menghadirkan dua tersangka dalam penggeledahan ini, satu diantaranya merupakan bos atau orang yang mengkoordinasikan langsung dengan para pemilik judi online.

Penyidik tak menemukan apa-apa dalam penggeledahan di lantai 1. Hanya terdapat tumpukan kardus yang berserakan di sana. Penggeledahan pun berlanjut ke lantai 2. Di sana, terdapat beberapa ruangan yang digunakan untuk rapat. Berdasarkan keterangan dari tersangka, ruangan-ruangan itu hanya bisa dimasuki dengan akses khusus berupa kode-kode.

Penyidik baru menemukan bukti pada penggeledahan di lantai tiga. Di sana, penyidik menemukan belasan komputer. Para tersangka menyatakan komputer-komputer itulah yang mereka gunakan untuk melaksanakan aksinya. Terdapat sekitar 12 komputer yang biasanya digunakan oleh 8 operator dan 4 admin.

Lantai dua dan lantai tiga gedung digeledah. Penyidik bahkan menyiapkan sejumlah kontainer.

Kontainer biasanya disiapkan untuk nantinya membawa barang bukti.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi membenarkan adanya penggeledahan di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital.”Iya benar ada penggeledahan (kantor Komdigi),” ucapnya, Jumat (1/11/2024).

Terungkap ternyata ribuan situs judi online selama ini dilindungi oleh oknum pegawai dan staf Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).


Modus oknum staf Kementerian tersebut melindungi ribuan situs judi online berhasil diungkap Polda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya berhasil meringkus sejumlah oknum Kementerian tersebut yang melindungi 1.000 situs judi online di Indonesia agar tidak terblokir.

Terungkap oknum tersebut mampu meraih untung mencapai miliaran rupiah dalam kasus perlindungan terhadap akun situs judi online.

Hal ini diketahui usai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra bertanya langsung ke salah satu oknum saat menggeledah markas mereka.

“5.000 web (judi online) yang diblokir berapa?” tanya Wira, kepada oknum itu.

“Tergantung Pak setelah didatakan. Tergantung, karena ada yang bisa masuk ada yang nggak,” jawab sang oknum.

Diketahui, ada 1.000 dari 5.000 situs judi online yang dijaga oknum tersebut supaya tidak terblokir.

Sedangkan sisanya yang dilaporkan ke pimpinannya agar diblokir.

“Biasanya 4.000 pak, 1.000 sisanya dibina,” ucap oknum itu.

“Dibina? Maksudnya?,” Wira bertanya.

“Dijagain Pak, supaya tidak terblokir,” ucap oknum.

Keuntungan yang diakui pelaku yakni senilai Rp8,5 juta dari tiap situs judi online yang tidak diblokir.

“Setiap web itu kurang lebih Rp8,5 juta,” kata oknum.

Dengan demikian, jika 1.000 situs judi online dikali keuntungan Rp8,5 juta maka meraup untung hingga Rp8,5 miliar.

Dari hasil itu, sang  oknum mampu memberi upah kepada sejumlah pegawai sebagai admin serta operator Rp5 juta per bulan.

Polisi belum dapat menjelaskan secara rinci, penyidik masih melakukan pengembangan.terkait kasus itu. | Rul*

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.