Radarjakarta.id | DEPOK – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) untuk ke-8 kalinya menggelar Turnamen Bulutangkis FISIP UI Open.
Namun, ada perbedaan antara penyelenggaraan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, mulai tahun 2024 ini, FISIP UI Open telah resmi masuk ke dalam kalender nasional Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Hal ini menjadikan FISIP UI sebagai Perguruan Tinggi pertama dan satu-satunya yang menyelenggarakan turnamen bulutangkis tingkat swasta nasional. Dengan menjadi turnamen swasta nasional, FISIP UI Open akan memiliki sistem poin ranking, di mana atlet yang bertanding berkesempatan memperbaiki rankingnya di tingkat nasional.
Saat ini, pendaftaran peserta untuk mengikuti kejuaraan FISIP UI Open yang akan berlangsung pada 19-26 Juni 2024 di Balairung Universitas Indonesia ini telah dibuka, dan akan ditutup pada 12 Juni 2024.

Ketua Umum PBSI, Agung Firman Sampurna mengatakan, “Penyelenggaraan turnamen FISIP UI Open menambah ragam kompetisi olahraga bulutangkis di tanah air. Terutama setelah menjadi bagian dari kalender PBSI, FISIP UI Open menjadi ajang bulutangkis bergengsi yang tidak saja berpotensi melahirkan atlet beprestasi, tetapi juga memperluas kiprah FISIP UI dalam pengembangan olah raga di tanah air, khususnya olahraga bulutangkis.”
Sementara itu, menurut Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, “Mandat universitas adalah mengembangkan bakat dan minat anak muda, tidak hanya di bidang ilmu pengetahuan, tapi juga di bidang seni dan olahraga. Melalui FISIP UI Open, kami berharap dapat berkontribusi dalam mengembangkan olahraga bulutangkis nasional di tanah air dan melahirkan bibit-bibit unggul yang kelak akan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.”
Kabid Turnamen dan Perwasitan PP PBSI, Mimi Irawan, juga mengatakan “Selaku PBSI, kami berharap, FISIP UI ini bisa berkesinambungan karena melalui jalur yang lebih fokus kepada sekolah-sekolah, kalo PBSI kan lebih kepada umum, klub-klub bulutangkis, yang pembinaan tentunya, karena kita kan tentunya mencari bibit pemain.”











