BANDUNG, Radarjakarta.id – Srikandi PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jawa Barat menyelenggarakan pelatihan bagi kader posyandu dan warga Kelurahan Pasirluyu, Kecamatan Regol, Bandung. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Srikandi Movement – CERIA (Cegah Risiko Penyakit Ibu & Anak) ini berfokus pada penguatan layanan kesehatan primer serta peningkatan kemandirian pangan keluarga melalui metode bercocok tanam modern.
Pelatihan yang memasuki hari kedua ini diselenggarakan di Aula Masjid Al Muslimin dan diikuti oleh kader Posyandu Combrang RW 08. Sesi pelatihan terbagi menjadi dua sektor utama: penguatan kapasitas kader posyandu dan pembekalan teknik bercocok tanam hidroponik sederhana.
Di sektor kesehatan, pelatihan dibimbing langsung oleh tim Puskesmas Regol. Materi mengacu pada Transformasi Posyandu sesuai Permendagri No. 13 Tahun 2024, yang mengubah fungsi Posyandu menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan dengan fokus pada enam bidang Standar Pelayanan Minimal. Peserta memperdalam ilmu kesehatan ibu dan anak serta penguatan menyeluruh peran strategis posyandu sebagai garda terdepan layanan publik terintegrasi di tingkat kelurahan.
Sesi praktik dibuka dengan pendalaman modul layanan lima meja posyandu. Materi yang disampaikan sangat teknis dan praktikal, mencakup prosedur pendaftaran sasaran layanan, pengukuran antropometri, metode deteksi dini risiko stunting pada balita dan anak-anak, hingga pencatatan pertumbuhan. Kader secara intensif berlatih membaca grafik pertumbuhan, memastikan akurasi data yang vital untuk intervensi kesehatan, serta mengikuti simulasi penggunaan alat antropometri baru.
Pelatihan dilanjutkan dengan pengenalan 25 keterampilan dasar kader posyandu yang dikategorikan dalam tiga tingkatan kompetensi: Purwa, Madya, dan Utama. Melalui studi kasus nyata dan role play, peserta mempelajari penerapan standar layanan terbaik bagi berbagai sasaran, termasuk ibu hamil, balita, remaja, hingga lanjut usia (lansia).
Selain itu, dibahas pula bagaimana posyandu dapat secara efektif mendukung integrasi layanan sosial dan pemberdayaan warga. Pendekatan ini memungkinkan peserta untuk segera mengidentifikasi dan mengoreksi kesalahan teknis pengukuran dan komunikasi, sehingga kemampuan mereka dalam berinteraksi dengan sasaran layanan meningkat signifikan.
Di luar sektor kesehatan, peserta juga mendapatkan pembekalan vital mengenai hidroponik sederhana sebagai solusi inovatif bercocok tanam di lahan perkotaan yang terbatas. Instruktur menjelaskan manfaat utama dari sistem hidroponik yakni hemat air, lebih higienis, dan memungkinkan panen lebih cepat—serta mengenalkan jenis sayuran daun yang cocok dibudidayakan di lingkungan Kelurahan Pasirluyu, seperti selada, kangkung, pakcoy, dan bayam.
Warga mempelajari pembuatan sistem wick (sumbu), teknik pengukuran yang presisi terhadap kadar Partikel Per Juta dan tingkat keasaman larutan nutrisi, hingga proses pemindahan bibit dari rockwool ke instalasi hidroponik. Banyak peserta yang baru pertama kali menggunakan alat ukur presisi untuk larutan nutrisi, menjadikan sesi ini sangat edukatif dan antusias. Keterampilan ini membekali warga untuk menciptakan sumber pangan sehat, segar, dan mandiri di pekarangan rumah.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menyampaikan peningkatan kapasitas kader dan pemberdayaan keluarga harus berjalan secara beriringan. Ketika layanan posyandu lebih kuat, responsif, dan warga mampu memenuhi kebutuhan pangan sehat mereka sendiri, maka kemandirian komunitas secara keseluruhan ikut tumbuh dan berkelanjutan. Ia berharap melalui program TJSL ini, PLN dapat memberikan solusi yang menjawab kebutuhan dasar dan strategis masyarakat secara terpadu.
Program Srikandi Movement CERIA ini berfokus pada bidang kesehatan, ketahanan gizi keluarga, dan pemberdayaan perempuan. Dengan adanya pelatihan ini, warga kini tidak hanya menerima fasilitas fisik, tetapi juga dibekali dengan keterampilan praktis untuk mengelola, merawat, dan mengembangkan fasilitas tersebut secara mandiri, menciptakan dampak jangka panjang bagi kesehatan dan ekonomi keluarga.











