JAKARTA, Radarjakarta.id — Di tengah hiruk-pikuk Ibu Kota dan berbagai stigma yang kerap melekat pada profesi juru parkir, sekelompok juru parkir resmi di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, memilih menunjukkan sisi lain dari pekerjaan mereka. Melalui aksi nyata berbagi kepada sesama, mereka membuktikan bahwa kepedulian sosial tidak mengenal profesi.
Setiap pekan, para juru parkir binaan Satuan Pelaksana (Satpel) Unit Pengelola (UP) Parkir Jakarta Barat menggelar program sosial bertajuk Jumat Berkah. Dalam kegiatan tersebut, mereka membagikan ratusan paket makanan siap saji kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penerima bantuan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari tuna wisma, petugas kebersihan, pengemudi ojek, hingga warga yang ditemui di sejumlah titik wilayah Kalideres. Meski sederhana, kegiatan itu membawa kebahagiaan bagi banyak orang yang menerima uluran tangan mereka.
Dengan mengenakan atribut resmi Dinas Perhubungan, para juru parkir menyusuri jalan-jalan dan area publik sambil membawa nasi bungkus yang siap dibagikan. Senyum dan sapaan hangat mengiringi setiap paket makanan yang diberikan, menciptakan interaksi penuh keakraban antara pemberi dan penerima.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, aksi berbagi tersebut menjadi wujud kepedulian yang tumbuh dari inisiatif akar rumput. Program Jumat Berkah tidak digelar dengan dukungan dana besar ataupun sponsor khusus, melainkan lahir dari semangat gotong royong para juru parkir itu sendiri.
Salah seorang juru parkir, Abdullah, mengungkapkan bahwa kegiatan sosial tersebut telah berjalan secara rutin setiap hari Jumat dengan dana swadaya hasil patungan para juru parkir.
“Kami menyisihkan sebagian rezeki dari hasil kerja teman-teman juru parkir, kemudian dikumpulkan untuk membeli makanan siap saji. Tujuannya sederhana, berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan dan menebar manfaat,” ujar Abdullah.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk pengabdian sosial sekaligus upaya menunjukkan bahwa juru parkir resmi tidak hanya hadir untuk memberikan pelayanan parkir, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
Konsistensi para juru parkir dalam menjalankan program sosial mingguan ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Sejumlah warga yang menyaksikan mengaku terinspirasi oleh semangat berbagi yang ditunjukkan para juru parkir. Bagi mereka, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bahwa solidaritas sosial dapat tumbuh dari komunitas kecil dan memberikan dampak langsung bagi sesama.
Program Jumat Berkah yang dijalankan para juru parkir binaan Satpel UP Parkir Jakarta Barat menjadi pengingat bahwa kebaikan dapat hadir dari mana saja. Di tengah kehidupan perkotaan yang serba cepat, aksi sederhana berupa sebungkus makanan mampu menghadirkan empati, mempererat hubungan sosial, serta menumbuhkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Karena pada akhirnya, nilai sebuah profesi bukan hanya diukur dari pekerjaan yang dijalankan, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.|Pranowo*











