JAKARTA, Radarjakarta.id – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) periode 2025–2030, Megawati Soekarnoputri, secara resmi melantik Hasto Kristiyanto kembali sebagai Sekretaris Jenderal partai. Pelantikan ini berlangsung Kamis (14/8/2025) di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro 58, Menteng, Jakarta Pusat.
Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, mengonfirmasi kabar pelantikan ini. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Komunikasi PDIP, Adian Napitupulu, pelantikan kali ini menuntaskan penunjukan pengurus yang sebelumnya diumumkan tetapi tidak hadir pada Kongres PDIP di Bali, 2 Agustus 2025.
“Bu Megawati melantik sejumlah pengurus DPP yang sebelumnya berhalangan hadir di Kongres,” ujar Adian.
Beberapa nama penting yang baru resmi dilantik antara lain Puti Guntur Soekarno (Bidang Pendidikan & Kebudayaan), Darmadi Durianto (Bidang Industri, Perdagangan, & Tenaga Kerja), Charles Honoris (Bidang Jaminan Sosial), Andreas Eddy Susetyo (Bidang Koperasi & UMKM), Andreas Hugo Pareira (Bidang Keanggotaan & Organisasi), serta Dolfie O.F.P. (Wakil Sekjen Bidang Internal).
Selain itu, Abdullah Azwar Anas (Bidang Kebijakan Publik & Reformasi Birokrasi Kerakyatan) dan Mercy Barends (Bidang Tenaga Kerja & Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) juga resmi dilantik, meski Mercy tidak hadir.
Momen unik terjadi saat pengumuman Sekjen oleh Wakil Sekjen Bidang Kesekretariatan, Yoseph Aryo Adhi Dharmo. “Di kertas yang dibacakan, posisi Sekjen masih kosong. Mas Adhi dan Mas Nanan menanyakan ke Ibu Megawati, dan beliau menjawab singkat: ‘Ya Mas Hasto’. Semua pun tersenyum dan tepuk tangan memenuhi ruangan,” kata Adian.
Megawati menegaskan agar jajaran DPP yang baru dilantik segera turun ke lapangan. “Temui rakyat, dengarkan aspirasi rakyat,” pesannya. Politikus PDIP Ganjar Pranowo juga menegaskan posisi Hasto kini resmi kembali.
Hasto bukan sosok baru di PDIP. Ia menjadi Sekjen sejak 2014, menggantikan Tjahjo Kumolo, dan di bawah kepemimpinannya PDIP memenangkan Pemilu 2019. Namun kariernya sempat tersandung kasus suap terkait mantan anggota DPR Harun Masiku, hingga Hasto ditahan KPK pada 20 Februari 2025.
Meski divonis 3,5 tahun penjara, Hasto menerima grasi dari Presiden Prabowo Subianto dan bebas pada 1 Agustus 2025, bersamaan dengan Kongres VI PDIP di Bali. Saat itu, Megawati sempat menjadi Plt Sekjen hingga akhirnya Hasto resmi terpilih kembali.
Kembalinya Hasto Kristiyanto ke pucuk sekretariat PDIP menjadi sorotan publik dan media internasional, menandai babak baru dalam dinamika politik partai terbesar di Indonesia.***
Megawati Resmi Lantik Hasto Kristiyanto Jadi Sekjen PDIP










