Mahasiswa Ambil Alih Aksi di DPR Usai Ribuan Buruh Bubarkan Diri

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Gelombang aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, belum juga mereda. Setelah ribuan buruh membubarkan diri siang tadi, giliran mahasiswa dari berbagai kampus yang mulai menduduki gerbang utama parlemen.

Pantauan Radarjakarta.id di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB, ratusan mahasiswa datang beriringan dari arah Jalan Gerbang Pemuda menuju Kompleks DPR/MPR. Mereka mengenakan jaket almamater biru Universitas Pancasila, biru tua Unindra PGRI, hingga kaus ungu Universitas Tangerang Raya. Atribut bendera Merah Putih, panji organisasi mahasiswa, hingga spanduk besar bertuliskan “Rakyat Lawan Oligarki” dan “Pancasila Kawal Demokrasi” dibentangkan di barisan depan.

Suasana semakin memanas ketika mahasiswa mengibarkan bendera di atas pagar pembatas jalan sambil meneriakkan yel-yel keras. Dari atas mobil komando, orator lantang menyerukan, “DPR harus dibubarkan!” teriakan itu disambut koor ribuan mahasiswa. Mereka juga menyanyikan lagu perjuangan Buruh Tani sembari membawa bambu runcing berukuran dua meter yang diklaim diambil dari sekitar flyover Ladokgi.

Aksi mahasiswa ini terjadi hanya berselang satu jam setelah massa buruh meninggalkan lokasi. Sebelumnya, sejak pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, ribuan buruh dari berbagai konfederasi menuntut penghapusan outsourcing, penghentian PHK, reformasi pajak perburuhan, hingga pengesahan RUU Perampasan Aset. Ketua Partai Buruh Said Iqbal menegaskan aksi buruh dihentikan karena para pekerja harus kembali bekerja.

Namun, bubarnya buruh justru membuka ruang bagi mahasiswa mengambil alih panggung protes. Hingga pukul 14.30 WIB, mahasiswa masih berorasi bergantian di depan pagar utama DPR, melontarkan kritik tajam terhadap lembaga legislatif dan pemerintah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi membenarkan kedatangan mahasiswa dari sejumlah kampus. “Unindra PGRI dan Universitas Pancasila,” ujarnya di kompleks DPR.

Aparat keamanan pun memperketat penjagaan. Total 4.531 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal aksi hari ini, terdiri dari anggota Polda Metro Jaya, TNI AD, Marinir, Brimob, Satpol PP, dan Dishub. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengingatkan anggotanya agar tidak bertindak represif. “Gas air mata hanya boleh digunakan atas perintah langsung Kapolda,” tegasnya.

Arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto pun masih tersendat akibat penutupan ruas jalan depan DPR. Hingga berita ini diturunkan, gelombang mahasiswa terus memadati gerbang utama, menandai babak baru aksi protes yang seakan tak kunjung padam di Senayan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.