PATI, Radarjakarta.id – Di balik deru palu dan tumpukan material bangunan di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, tersimpan satu kunci yang tak terlihat namun terasa kuat: komunikasi yang cair antara warga dan anggota Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati.
Sabtu (09/5/2026), suasana pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tampak bukan sekadar aktivitas fisik semata. Di sela-sela pekerjaan, warga dan prajurit TNI terlihat saling berbagi peran, saling mengisi, bahkan sesekali berhenti untuk sekadar berdiskusi ringan soal teknis bangunan maupun kebutuhan di lapangan.
Bagi sebagian orang, komunikasi mungkin hanya dianggap pelengkap. Namun di lokasi TMMD ini, komunikasi justru menjadi fondasi yang membuat pekerjaan berjalan lebih cepat, lebih rapi, dan lebih tepat sasaran.
Seorang warga setempat mengungkapkan, keterbukaan antara Satgas dan masyarakat membuat proses pembangunan terasa lebih ringan. Aspirasi warga tidak hanya didengar, tetapi juga langsung direspons di lapangan. Mulai dari penyesuaian desain rumah hingga pengaturan tenaga kerja gotong royong.
“Kalau ada yang kurang pas, kami langsung bicara. Mereka juga terbuka. Jadi semua bisa diselesaikan bersama,” ujar salah satu warga yang ikut terlibat dalam pembangunan.
Di sisi lain, anggota Satgas TMMD juga menilai komunikasi yang baik dengan warga menjadi faktor penting dalam mempercepat progres pekerjaan. Tidak hanya soal teknis pembangunan, tetapi juga membangun rasa saling percaya antara TNI dan masyarakat.
Pembangunan RTLH sendiri bukan hanya soal mendirikan bangunan baru. Lebih dari itu, program ini menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan warga kurang mampu.
Di lokasi TMMD ke-128 ini, setiap percakapan sederhana di sela kerja keras seakan menjadi perekat yang menguatkan semangat gotong royong. Tidak ada sekat antara seragam loreng dan warga desa—yang ada hanya tujuan yang sama: rumah yang lebih layak untuk kehidupan yang lebih baik.
Komunikasi yang terbangun hari ini membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya soal material dan tenaga, tetapi juga soal hati yang saling memahami di tengah kerja bersama.











