JAKARTA, Radarjakarta.id – Kemacetan di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang tak kunjung reda sejak Agustus 2025 kini menjadi buah bibir publik. Meski Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengklaim uji coba jalur gratis di Gerbang Tol Fatmawati 2 mampu mengurangi kepadatan, kenyataannya antrean panjang kendaraan masih terlihat setiap pagi dan sore hari.
Pramono menyebut kebijakan jalur gratis itu masih dalam tahap uji coba. Evaluasi akan dilakukan selama lima hari untuk memutuskan apakah program ini diperpanjang hingga Oktober. “Intinya sangat menolong kemacetan yang ada di TB Simatupang, tapi saya baru bisa memutuskan setelah melihat data 4–5 hari ke depan,” ujarnya di Jakarta Timur, Selasa (16/9).
Kemacetan “Horor” yang Berlarut
Warga menilai langkah Pemprov DKI seolah tambal sulam. Sejak berbagai proyek galian bawah tanah dikerjakan bersamaan mulai dari pipanisasi PAM Jaya, pembangunan sistem pengolahan air limbah Paljaya, hingga jaringan utilitas terpadu Dinas Bina Marga ruas Simatupang berubah menjadi “jalur neraka”.
Setiap jam sibuk, antrean kendaraan mengular dari Lebak Bulus hingga Cilandak. Tidak sedikit pengendara meluapkan kekesalan di media sosial dengan tagar #MacetSimatupang.
Uji Coba Jalur Gratis Masih Dipertanyakan
Jalur gratis di gerbang tol Fatmawati 2 hanya berlaku untuk kendaraan roda empat dan dibuka pada pukul 17.00–20.00 WIB. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyebut uji coba ini penting untuk mengurai kepadatan. “Volume kendaraan di jam sibuk sangat tinggi, jadi kami beri opsi tambahan lajur gratis,” kata Syafrin.
Namun, sejumlah pengamat transportasi meragukan efektivitas kebijakan tersebut. Mereka menilai akar persoalan bukan hanya soal kapasitas jalan, melainkan koordinasi proyek infrastruktur yang berantakan.
Target Oktober Jadi Taruhan
Pramono telah menekan semua pihak PAM Jaya, Paljaya, hingga Bina Marga untuk merampungkan proyek galian paling lambat akhir Oktober. “Paling lama akhir Oktober sudah selesai semua. Saya sudah rapatkan secara khusus agar ini tidak berlarut-larut,” tegasnya.
Meski begitu, publik pesimistis. Warga menuntut solusi jangka panjang, bukan sekadar uji coba yang dinilai sementara.
Kini, mata warga Jakarta tertuju pada Oktober 2025. Apakah kemacetan horor TB Simatupang benar-benar akan berakhir, atau justru bertambah panjang dalam catatan kegagalan mengurai macet ibu kota?***
Kemacetan TB Simatupang Tak Kunjung Usai, Jalur Gratis Tol Fatmawati Jadi Sorotan










