Jakarta Siaga Super Flu, Virus Cepat Menular Ini Sudah Masuk RI

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id
Jakarta kembali berada dalam mode waspada. Di tengah derasnya arus mobilitas warga pascalibur Natal dan Tahun Baru serta datangnya musim hujan, ancaman Super Flu mulai menghantui Indonesia. Namun hingga kini, Ibu Kota masih dinyatakan steril dari virus tersebut.

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menegaskan belum ditemukan satu pun kasus Super Flu di Jakarta, meski virus ini telah terkonfirmasi beredar di sejumlah provinsi sejak Agustus 2025. Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan keras: Jakarta aman, tetapi tidak kebal.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan Super Flu merupakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K.

Virus ini dijuluki “super” bukan tanpa alasan daya tularnya lebih cepat dibanding influenza musiman.

Secara global, peningkatan aktivitas penularan virus ini mulai terpantau sejak Agustus 2025. Meski demikian, World Health Organization (WHO) memastikan belum ada indikasi peningkatan keparahan penyakit. Artinya, virus menyebar cepat, namun belum lebih mematikan setidaknya untuk saat ini.

Hasil Whole Genome Sequencing (WGS) Kementerian Kesehatan yang dirilis 1 Januari 2026 mengungkap fakta krusial: Super Flu sudah beredar di Indonesia. Delapan provinsi telah mencatatkan temuan virus ini, mulai dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sulawesi Utara dan DIY. Jakarta? Masih nihil kasus.

Namun Dinkes DKI tidak tinggal diam. Sistem kewaspadaan dini diperketat melalui surveilans sentinel di lima puskesmas setiap kota administrasi dan satu rumah sakit rujukan. Fokusnya adalah mendeteksi sejak dini kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) agar potensi wabah bisa diputus sebelum meluas.

Seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta juga telah disiagakan. Tenaga medis dibekali pengenalan gejala Super Flu, penguatan langkah promotif-preventif, hingga kesiapsiagaan menghadapi kasus ISPA dan pneumonia. Pemerintah Provinsi DKI memastikan jalur deteksi dan respons sudah aktif penuh.

Di sisi lain, masyarakat diminta tidak lengah. Perilaku hidup bersih dan sehat menjadi benteng utama: rajin mencuci tangan, memakai masker saat sakit, menerapkan etika batuk, menjaga asupan nutrisi, istirahat cukup, dan segera ke fasilitas kesehatan bila gejala memburuk terutama bila muncul tanda pneumonia seperti napas cepat dan saturasi oksigen di bawah 92 persen.

Jakarta masih aman, tapi bahaya sudah di depan pintu. Kewaspadaan hari ini menentukan apakah Super Flu hanya sekadar ancaman, atau berubah menjadi krisis kesehatan berikutnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.