Haidar Alwi: Inovasi Fiskal Menteri Keuangan Baru Bisa Jadi Motor Sektor Riil Indonesia

Haidar Alwi (Ist)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – R Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menilai langkah Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, yang berani mengalihkan dana idle pemerintah dari Bank Indonesia ke bank umum, adalah inovasi fiskal yang patut mendapat apresiasi luas.

Menurutnya, kebijakan ini tidak bisa dipandang sekadar urusan bunga 4% atau instrumen teknis moneter, melainkan sinyal bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan terobosan nyata bagi rakyat dan dunia usaha.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kita harus mendukung keberanian Menteri Purbaya yang mencari jalan baru untuk menambah pendapatan negara. Namun, dukungan ini juga harus disertai rambu tata kelola agar manfaatnya nyata bagi sektor riil dan konstitusi tetap terjaga,” tegas Haidar Alwi.

Pendapatan Baru dan Optimisme Ekonomi

Menurut Haidar Alwi, strategi yang ditempuh Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang besar bagi negara untuk mengoptimalkan dana yang selama ini hanya mengendap di Bank Indonesia tanpa menghasilkan imbal hasil.

Dengan menempatkannya di bank umum, negara bukan hanya memperoleh tambahan pendapatan bunga, tetapi juga mengirimkan pesan kuat bahwa setiap rupiah harus bekerja lebih produktif untuk kepentingan rakyat.

Haidar Alwi menekankan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kemandirian fiskal. Negara yang berdaulat harus mampu mengelola likuiditasnya secara cerdas, bukan sekadar membiarkannya diam di neraca. Haidar Alwi menyebut, strategi ini bisa menjadi game changer bila dirancang dan dieksekusi dengan baik.

“Kebijakan ini adalah gebrakan yang menandai babak baru fiskal kita. Negara mendapat bunga, bank memperoleh likuiditas tambahan, dan sektor riil berpeluang lebih besar mendapatkan kredit produktif. Semua pihak mendapat energi baru,” jelas Haidar Alwi.

Dengan kapasitas fiskal yang diperkuat, pemerintah juga memiliki ruang lebih besar untuk mendukung program prioritas: memperkuat ketahanan pangan, memberi subsidi tepat sasaran, membangun infrastruktur strategis, hingga menopang UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Menurut Haidar Alwi, dana yang tadinya tidak bergerak kini bisa menjadi mesin pertumbuhan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

Rambu Tata Kelola dan Peran Bank Indonesia

Meski optimis, Haidar Alwi tetap mengingatkan bahwa setiap inovasi membutuhkan rambu yang jelas. Haidar Alwi menyoroti bahwa permintaan bunga 4% harus diimbangi dengan desain instrumen yang fleksibel agar tidak membebani perbankan. Tanpa desain itu, bank akan tertekan oleh biaya dana tinggi dan sulit menurunkan bunga kredit bagi UMKM.

Ada beberapa saran yang ia ajukan:

1. Tiered rate: bunga fleksibel, di mana porsi dana yang disalurkan ke sektor produktif mendapat bunga lebih rendah.

2. Holding period jelas: ubah sifat on call menjadi tenor minimal 3-6 bulan agar bank berani menyalurkan kredit jangka menengah-panjang.

3. Koordinasi elegan dengan BI: kebijakan fiskal tidak boleh menimbulkan kesan intervensi yang mengurangi independensi bank sentral.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.