FLORES, Radarjakarta.id – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali meletus hebat pada Senin (7/7/2025), pukul 11.05 WITA. Letusan kali ini tercatat sebagai erupsi terbesar sejak aktivitas vulkanik meningkat pada awal 2024 lalu.
Menurut data resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu teramati membumbung hingga 18.000 meter di atas puncak, atau sekitar 19.584 meter di atas permukaan laut. Arah sebaran abu condong ke utara, timur laut, dan barat laut dengan intensitas sangat tebal, disertai suara dentuman keras dan awan panas yang meluncur sejauh 5 kilometer.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi sekitar 6 menit 26 detik,” ungkap Fajarudin M Balido, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki.
Letusan ini juga terdengar hingga wilayah Kabupaten Sikka. Erson Soge, warga Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, menyebut letusannya sangat besar. “Besar sekali suaranya, seperti dentuman keras,” tuturnya.
Hujan Abu Sampai ke Labuan Bajo, Warga Diminta Waspada
Dampak letusan terasa hingga Labuan Bajo, Manggarai Barat, di mana hujan abu vulkanik mulai turun sejak sore hari. Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Christin Seran, menyebut abu vulkanik tak hanya berada di atmosfer, namun sudah mencapai permukaan darat.
“Abu vulkanik bahkan ditemukan menempel di kursi dan telepon genggam yang berada di luar ruangan. Mata juga terasa perih,” kata Maria.
Ia mengimbau warga untuk menggunakan masker saat berada di luar rumah dan tetap tenang sambil mengikuti perkembangan resmi dari BMKG dan otoritas bandara.
Bandara Frans Seda Ditutup Sementara, 130 Penumpang Gagal Terbang
Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki berdampak langsung terhadap operasional penerbangan. Bandar Udara Frans Seda Maumere di Kabupaten Sikka terpaksa ditutup sementara demi keselamatan penerbangan.
“Hari ini bandara ditutup sementara,” ujar Kepala Bandara Frans Seda, Partahian Panjaitan.
Maskapai Wings Air yang melayani rute ke Larantuka batal terbang. Akibatnya, sebanyak 130 penumpang gagal berangkat maupun tiba di tujuan.
Status Tetap di Level IV (Awas), Warga Diminta Tidak Beraktivitas di Radius 6-7 Kilometer
PVMBG menetapkan status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level IV (Awas). Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 6 kilometer, serta radius 7 kilometer pada sektor barat daya hingga timur laut dari pusat kawah.
Peringatan juga diberikan terkait potensi banjir lahar hujan, mengingat curah hujan tinggi yang berisiko membawa material vulkanik ke sungai-sungai di sekitar lereng gunung.
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain: Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Koordinasi Terus Ditingkatkan, Informasi Resmi Hanya dari PVMBG dan BPBD
Pemerintah daerah bersama Pos Pengamatan Gunung Api di Desa Pululera, PVMBG, dan Badan Geologi di Bandung terus meningkatkan koordinasi dalam penanganan darurat. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi dan hanya merujuk pada sumber resmi seperti PVMBG, BMKG, dan BPBD setempat. | Regina*
Gunung Lewotobi Meletus Hebat, Hujan Batu dan Abu Paksa Bandara Ditutup










