Eiger Nature Bidik Ekowisata Berkelanjutan, Serap 600 Pekerja Lokal

.Eiger Nature Bidik Ekowisata Berkelanjutan, Serap 600 Pekerja Lokal
.Eiger Nature Bidik Ekowisata Berkelanjutan, Serap 600 Pekerja Lokal
banner 468x60

BOGOR, Radarjakarta.id – EIGER Nature resmi diperkenalkan sebagai destinasi ekowisata di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Destinasi yang mengusung konsep petualangan, edukasi, dan pelestarian lingkungan ini telah menyerap sekitar 600 tenaga kerja lokal dan diproyeksikan membuka peluang kerja hingga 2.000 orang seiring pengembangan investasi tahap berikutnya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyambut positif kehadiran EIGER Nature. Menurutnya, pengembangan destinasi wisata berbasis alam sejalan dengan tren pariwisata yang semakin mengutamakan pengalaman autentik, kedekatan dengan alam, serta prinsip keberlanjutan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Saya menyambut baik inisiatif ini, terlebih ketika wisata alam dan petualangan semakin mendapat perhatian dalam pengembangan pariwisata dunia,” kata Widiyanti saat menghadiri peluncuran EIGER Nature di Megamendung, Selasa (27/10/2026).

Mengusung tema *Menjaga dan Merawat Alam, Bergerak Bersama untuk Indonesia*, EIGER Nature memadukan potensi alam, budaya, dan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan destinasi wisata.

Widiyanti menilai, konsep tersebut berpeluang memperkuat daya saing pariwisata Indonesia, terutama melalui pengalaman wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan.

Berdasarkan *Indonesia Tourism Outlook 2026–2027*, wisata ramah lingkungan menempati peringkat ketiga, sedangkan wisata alam dan petualangan berada di posisi kelima dalam lima tren utama pariwisata Indonesia.

Sementara itu, *Agoda Sustainable Travel Survey 2026* menunjukkan 93 persen wisatawan Indonesia mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam menentukan pilihan perjalanan.

Pengembangan EIGER Nature tidak hanya diarahkan untuk memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Megamendung.

Widiyanti mengungkapkan, saat ini sekitar 600 warga lokal telah bekerja di destinasi tersebut. Jumlah itu diproyeksikan meningkat hingga 2.000 orang seiring realisasi investasi pada tahap berikutnya.

“Tadi saya tanya dengan Bapak Ronny Lukito, ada 600 pekerja di sini adalah penduduk setempat dan mudah-mudahan dengan investasi tahap berikutnya bisa mencapai 2.000 orang,” ujarnya.

Penyerapan tenaga kerja tersebut berpotensi membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Selain bekerja langsung di kawasan wisata, warga juga dapat mengambil bagian melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kuliner, jasa pemandu, serta berbagai usaha penunjang pariwisata.

Meski demikian, dampak ekonomi pengembangan ekowisata perlu diukur tidak hanya dari jumlah tenaga kerja, tetapi juga dari keberlanjutan pekerjaan, keterlibatan pelaku usaha lokal, dan pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Widiyanti mengatakan, Kementerian Pariwisata terus mendorong investasi untuk mengembangkan destinasi baru, meningkatkan daya tarik wisata, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta menggerakkan perekonomian daerah.

Investasi sektor pariwisata nasional pada 2025 tercatat mencapai Rp73,56 triliun, meningkat 56,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun pada semester I-2026, nilainya mencapai Rp39,68 triliun atau tumbuh 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di balik potensi ekonomi tersebut, pelestarian lingkungan menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan EIGER Nature. Hal ini terutama berkaitan dengan lokasi destinasi yang disebut berada di kawasan pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

CEO EIGER Nature Ronny Lukito mengatakan, pengembangan destinasi dilakukan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Ia menyebutkan, lahan yang digunakan untuk pembangunan saat ini sekitar 1,5 persen, sedangkan ketentuan pemanfaatan yang berlaku, menurut keterangannya, memungkinkan penggunaan hingga 10 persen.

“EIGER Nature berjanji, berkomitmen akan sangat berhati-hati di dalam pengembangan, apalagi yang ada di kawasan hutan,” kata Ronny.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan dan pemeliharaan lingkungan, pengelola mengaku telah menanam sekitar 120.000 pohon tegakan dan delapan juta tanaman penutup tanah.

Pengelola juga membangun sumur resapan dan kolam retensi untuk mengendalikan limpasan air. Infrastruktur tersebut diharapkan membantu menjaga tata air sekaligus mengurangi risiko limpasan yang berdampak terhadap lingkungan sekitar.

Namun, upaya konservasi tidak cukup hanya dilihat dari jumlah pohon yang ditanam atau persentase lahan yang digunakan. Pengelolaan sampah, perlindungan keanekaragaman hayati, pengendalian dampak kunjungan, dan konsistensi pemeliharaan ekosistem juga menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan destinasi.

Karena itu, pengembangan EIGER Nature perlu diimbangi dengan pengawasan lingkungan dan penerapan prinsip konservasi secara konsisten agar pertumbuhan usaha tidak mengorbankan ekosistem yang menjadi daya tarik utamanya.

Direktur EIGER Nature Imanuel Wirajaya mengatakan, destinasi tersebut direncanakan mulai menerima kunjungan masyarakat secara bertahap pada Senin (2/11/2026).

Panorama pegunungan, termasuk pemandangan Gunung Pangrango, menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan kepada pengunjung.

“Aset utama dari EIGER Nature ini, kita selalu mengatakan, aset utama adalah alamnya,” kata Imanuel.

Menurutnya, EIGER Nature tidak hanya dikembangkan sebagai alternatif rekreasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mendorong masyarakat lebih mengenal dan menghargai alam.

Destinasi tersebut diharapkan menghadirkan pengalaman petualangan sekaligus edukasi mengenai pelestarian lingkungan dan budaya Indonesia. Pengembangannya juga diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat sekitar dalam kegiatan pariwisata di Kecamatan Megamendung.

Peluncuran EIGER Nature turut dihadiri Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Kehadiran EIGER Nature menambah pilihan destinasi wisata alam di Kabupaten Bogor. Tantangan selanjutnya adalah memastikan peningkatan kunjungan dan investasi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, serta perlindungan lingkungan secara berkelanjutan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.