PRANCIS, Radarjakarta.id – Demonstrasi menentang tingginya biaya hidup di Prancis berujung kerusuhan pada Sabtu (17/10/2026). Balai Kota Limoges dilalap api hingga mengalami kerusakan berat. Insiden tersebut terjadi di tengah aksi massa yang meluas di berbagai kota dan diwarnai bentrokan, perusakan bangunan, serta penjarahan.
Menurut laporan Euronews dan keterangan otoritas setempat, sekelompok orang bertopeng memasuki gedung Balai Kota Limoges sekitar pukul 18.00 waktu setempat, kemudian membakar bangunan bersejarah tersebut. Api menjalar hingga bagian atap dan menyebabkan menara bangunan runtuh. Gedung yang diresmikan pada 1883 itu mengalami kerusakan sangat parah.
Kerusuhan berlangsung setelah demonstrasi yang menyoroti kenaikan biaya hidup, persoalan pendidikan, ketimpangan sosial, serta kekhawatiran terhadap pengurangan anggaran layanan publik. Aksi serupa berlangsung di sejumlah kota Prancis. Namun, kekerasan dan perusakan dilakukan oleh kelompok tertentu di tengah demonstrasi yang juga diikuti banyak peserta secara damai.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez mengonfirmasi kebakaran Balai Kota Limoges setelah bangunan tersebut menjadi sasaran pelaku kerusuhan. Sementara itu, pejabat negara di wilayah Haute-Vienne, Maurice Barate, mengecam pembakaran tersebut sebagai tindakan yang disengaja. Pemerintah setempat juga menilai kerusakan bangunan bersejarah itu sebagai kehilangan besar bagi warisan budaya.
Presiden Emmanuel Macron mengecam aksi kekerasan dan menegaskan bahwa pelaku perusakan akan diproses hukum. Reuters melaporkan bahwa demonstrasi pada 17 Oktober melibatkan ratusan ribu orang di seluruh Prancis. Angka peserta dan jumlah penindakan berbeda menurut sumber, sehingga data nasional perlu merujuk pada keterangan resmi terbaru.
Hingga Minggu (18/10/2026), petugas masih menilai dampak kerusakan di sejumlah lokasi terdampak. Pemerintah dan otoritas lokal menghadapi pekerjaan pemulihan fasilitas publik sekaligus menjaga agar aspirasi masyarakat terkait biaya hidup dan layanan publik tidak berujung pada kekerasan. Belum ada keterangan terverifikasi dalam sumber yang dirujuk mengenai nilai akhir kerugian Balai Kota Limoges maupun identitas seluruh pelaku pembakaran.***











