LUWU TIMUR, Radarjakarta.id – Perjalanan hidup Tauri Saputra, transmigran asal Solo, menjadi bukti nyata bahwa program transmigrasi mampu membuka peluang ekonomi baru. Mantan pengemudi ojek online tersebut kini sukses mengembangkan usaha budidaya lada di Kawasan Transmigrasi Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Sebelum menetap di kawasan transmigrasi, Tauri mengaku menjalani berbagai pekerjaan serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi tersebut mendorongnya mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta.
“Dulu saya pengemudi ojek online, penghasilannya pas-pasan. Setelah ikut pelatihan, saya punya bekal untuk memulai usaha di lahan transmigrasi,” ujarnya.
Sejak menjadi bagian dari program transmigrasi pada 2023, Tauri memilih mengembangkan komoditas lada yang dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi. Berbekal pengetahuan dari pelatihan, ia mulai mengolah lahan dan menanam bibit lada dengan teknik budidaya yang tepat.
Kini, aktivitas sehari-harinya diisi dengan perawatan kebun, mulai dari pemupukan, penyemprotan hama, hingga panen. Harga lada yang mencapai sekitar Rp125 ribu per kilogram memberikan peluang keuntungan yang cukup menjanjikan. Dalam satu kali panen, Tauri mampu meraih pendapatan hingga jutaan rupiah.
Keberhasilan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga memberikan stabilitas hidup yang sebelumnya sulit ia rasakan.
Kisah Tauri menjadi gambaran bahwa program transmigrasi tidak sekadar memindahkan penduduk, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa kawasan transmigrasi memiliki potensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru jika dikelola secara optimal.
“Kawasan transmigrasi dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila dirancang dengan baik, termasuk melalui pengembangan industri, investasi, serta konektivitas distribusi,” ujarnya dalam rapat koordinasi bersama perguruan tinggi mitra.
Di Kawasan Transmigrasi Mahalona, konsep tersebut mulai terlihat nyata. Melalui kerja keras dan pemanfaatan ilmu, Tauri berhasil mengubah lahan menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan.
Ia pun berharap dapat terus mengembangkan usahanya di masa mendatang. “Semoga bisa sukses dan apa yang diharapkan dapat tercapai,” katanya.











