Salah satu hal menarik dari kunjungan tersebut adalah munculnya rencana menjadikan kawasan Alam Mesir, Tulang Bawang, sebagai salah satu lokasi yang dipertimbangkan untuk sesi foto kalender Srikandi TP Sriwijaya tahun 2027.
Rencana tersebut tidak hanya berkaitan dengan dokumentasi organisasi. Jika terealisasi, pemilihan lokasi tersebut juga dapat menjadi bentuk apresiasi terhadap potensi alam yang dimiliki Kabupaten Tulang Bawang.
Melalui dokumentasi kalender organisasi, keindahan alam daerah diharapkan dapat semakin dikenal oleh jajaran Srikandi TP Sriwijaya maupun masyarakat luas.
Bagi Ce’na, potensi lokal layak mendapat ruang untuk diperkenalkan. Organisasi dapat mengambil peran dengan mengemas kegiatan internal sekaligus memberikan perhatian terhadap kekayaan daerah.
“Harapannya, potensi alam yang ada di daerah juga semakin dikenal. Kegiatan organisasi bisa sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan destinasi lokal,” jelasnya.
Lebih jauh, Ce’na menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perjalanan wisata. Ada tujuan yang lebih besar, yakni memperkuat persaudaraan dan kekompakan keluarga besar Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Lampung.
Menurutnya, interaksi secara langsung dalam suasana informal dapat menciptakan komunikasi yang lebih cair. Kondisi tersebut penting karena berbagai gagasan dan program organisasi membutuhkan koordinasi serta kerja sama seluruh jajaran.
Kehadiran 52 pengurus dan anggota dalam agenda tersebut juga menunjukkan antusiasme jajaran Pengda Srikandi TP Sriwijaya Lampung untuk mengikuti kegiatan yang mampu mempererat hubungan internal.
Selain menikmati perjalanan dan suasana alam, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk membangun kedekatan satu sama lain.











