Teknologi Pangan, Energi, hingga Kesehatan Dipamerkan
Selain menjadi sarana penjajakan kerja sama bisnis, IISE 2026 akan menampilkan 200 produk inovasi unggulan BRIN dari berbagai bidang strategis.
Sektor yang akan ditampilkan meliputi pangan, kesehatan, energi, ketenaganukliran, kedirgantaraan dan antariksa, industri strategis, ketahanan air dan lingkungan, serta ketahanan sosial dan masyarakat.
Ragam inovasi tersebut diharapkan menunjukkan potensi riset nasional dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan industri dalam negeri.
Walneg mengatakan, pengenalan inovasi kepada calon pengguna menjadi langkah penting untuk memperluas penerapan teknologi hasil penelitian.
“Kami ingin masyarakat dan industri melihat bahwa Indonesia memiliki kapasitas menghasilkan teknologi dan solusi inovatif di berbagai sektor. Melalui IISE, hasil riset tersebut dapat diperkenalkan kepada calon pengguna, sekaligus membuka peluang kolaborasi untuk pengembangan dan penerapannya,” ujarnya.
Pameran juga akan menghadirkan University Innovation Showcase, yang memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi untuk menampilkan hasil penelitian, invensi, serta teknologi karya dosen dan mahasiswa. Program ini turut menjadi sarana pengenalan bidang keilmuan dan fasilitas pembelajaran kepada pelajar, orang tua, serta calon mahasiswa.
Libatkan UMKM dan Perluas Akses Publik terhadap Sains
Pemanfaatan riset dalam kegiatan ekonomi juga akan ditampilkan melalui produk UMKM dalam pendampingan BRIN. Produk yang direncanakan hadir antara lain olahan pisang, gula aren, rendang siap santap dengan teknologi retort, tepung dan mi bebas gluten, serta minuman fermentasi kefir.
Selain produk pangan, penyelenggara menyiapkan Expo/Showcase Lab untuk memperkenalkan fasilitas laboratorium, peralatan penelitian, prototipe, dan demonstrasi pengujian. Sejumlah layanan uji cepat bagi masyarakat juga direncanakan tersedia berdasarkan jenis layanan, persyaratan, dan kapasitas yang ditetapkan.
IISE 2026 turut membuka akses bagi masyarakat untuk mengenal proses penelitian secara langsung. Melalui Behind the Breakthrough, peserta direncanakan dapat mengikuti kunjungan terkurasi ke kawasan sains dan teknologi BRIN di Serpong dan Cibinong.
Sementara itu, program Meet the Scientist akan mempertemukan pengunjung dengan para periset dalam dialog interaktif mengenai penemuan ilmiah, proses penelitian, serta manfaat teknologi bagi kehidupan sehari-hari. Sekitar 17 periset tengah dipersiapkan untuk terlibat dalam program tersebut.
Penyelenggara juga menyiapkan Kids Science Playground dan Kids Innovation Lab untuk memperkenalkan sains kepada anak-anak melalui eksperimen sederhana dan aktivitas pembelajaran interaktif.
Nopit mengatakan pengenalan sains sejak dini penting untuk membangun minat generasi muda terhadap penelitian dan inovasi.
“Kita tidak harus menunggu seorang anak menjadi mahasiswa atau peneliti untuk memperkenalkannya kepada sains. Masa depan inovasi Indonesia bisa dimulai dari satu pertanyaan sederhana yang muncul hari ini,” ujarnya.











